Nurani Perempuan dan Jaringan Peduli Perempuan Galang Petisi, Bebaskan NN Pelaku Prostitusi

Women’s Cricis Center Nurani Perempuan dan Jaringan Peduli Perempuan galang petisi. Penggalangan tersebut dilakukan guna polisi membebaskan NN (26),

Nurani Perempuan dan Jaringan Peduli Perempuan Galang Petisi, Bebaskan NN Pelaku Prostitusi
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Pelaku prostitusi online dibekuk tim cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar di sebuah hotel berbintang di Padang, Minggu (26/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Women’s Cricis Center Nurani Perempuan dan Jaringan Peduli Perempuan galang petisi.

Penggalangan tersebut dilakukan guna polisi membebaskan NN (26), pelaku prostitusi online yang ditahan di Polda Sumbar dan sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Plt. Direktur Women’s Cricis Center Nurani Perempuan, Rahmi Merry Yenti saat ditemui TribunPadang.com, Rabu (5/2/2020) mengatakan sejumlah pihak mempertanyakan, alasan Nurani Perempuan membuat petisi "Bebaskan NN" tersebut.

Kata dia, ada yang berpendapat, seolah-olah Nurani Perempuan mendukung adanya prostitusi di Padang.

Namun, lanjut Rahmi Merry Yenti, Nurani Perempuan melihat, meskipun NN seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) tetapi dia tidak pantas dijadikan objek untuk isu yang bersangkutan dengan politik dan sebagainya.

"Kami melihat Andre Rosiade menggunakan framing dia sebagai anggota DPR RI, lalu dia bisa menghapuskan prostitusi di Kota Padang," katanya.

Nurani Perempuan, tukasnya, melihat tindakan itu tidak baik.

Menurutnya, sebagai seorang politisi Andre Rosiade seharusnya tidak melakukan itu.

"Kami memakai istilah itu memang dijebak, dan digunakan untuk pencitraan, mendapatkan nama dan dia bisa menghapuskan prostitusi di Padang," terang Rahmi Merry Yenti.

Halaman
1234
Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved