Nurani Perempuan Ungkap Anak Usia 3,5 hingga 16 Tahun Paling Banyak Jadi Korban Kekerasan Seksual

Plt Direktur Nurani Perempuan, Rahmi Meri Yenti mengatakan anak-anak rentan mengalami atau menjadi korban kekerasan seksual.

Nurani Perempuan Ungkap Anak Usia 3,5 hingga 16 Tahun Paling Banyak Jadi Korban Kekerasan Seksual
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Nurani Perempuan dan Jaringan Peduli Perempuan Sumbar mendesak pemerintah dan DPR RI untuk mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di depan gedung DPRD Sumbar, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Plt Direktur Nurani Perempuan, Rahmi Meri Yenti mengatakan anak-anak rentan mengalami atau menjadi korban kekerasan seksual.

Ia mengungkapkan, biasanya paling banyak terjadi pada anak-anak usia 3,5 tahun hingga 16 tahun.

"Mereka sudah mendapatkan perlakuan pemerkosaan. Kami mencatat ada 172 kasus kekerasan seksual sejak 2016 hingga 2018. Ini angka yang cukup tinggi," kata Rahmi Meri Yenti, Kamis (5/9/2019).

18 Komunitas Motor di Sumbar Gabung Assosiasi Honda Hayati, Mulai dari Komunitas CB 150 hingga PCX

Rahmi Meri Yenti mengungkap, kebanyakan dari pelaku adalah orang terdekat yang dikenal oleh korban.

"Ada pacar, ayah kandung, teman, paman, bahkan kakek korban," ungkap Rahmi Meri Yenti.

Lebih lanjut, Rahmi Meri Yenti mengatakan, sejumlah alasan mengapa anak-anak dalam usia tersebut menjadi sasaran.

Menurutnya, kekerasan seksual terjadinya karena adanya relasi kuasa yang timpang antara pelaku dan korban.

Dikatakannya, laki-laki merasa memiliki power bahwa dirinya orang yang kuat dan perempuan bisa ia iming-imingi.

DPRD Sumbar Dorong RUU PKS Disahkan, Siti Izzati Aziz Pesimis Bisa Disahkan di Periode 2014-2019

"Perempuan diperdaya sehingga perempuan menjadi korban kekerasan.

Dari kasus, kami melihat ada anak-anak yang diimingi uang belanja, diimingi dengan barang yang diinginkan, atau pacar yang mengatakan sangat mencintai dan akan segera menikahi," kata Rahmi Meri Yenti.

Hal tersebutlah yang menjadi penyebab kekerasan seksual yakni adanya relasi kuasa yang timpang.

Namun ada juga beberapa kasus korban diajak menonton video porno.

Ke depan, Rahmi Meri Yenti berharap pemerintah agar serius menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual yang sedang dibahas DPR RI. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved