Pemprov Sumbar Sosialisasi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru di Lingkungan OPD

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah punya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Pemprov Sosialisasi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru di Lingkungan OPD, Jumat (2/10/2020) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah punya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Perda itu nantinya akan menjadi dasar hukum untuk menindak pelanggar aturan protokol kesehatan dengan memberikan sanksi, baik saksi administratif dan pidana.

Kepala Balitbang Sumbar Reti Wafda mengatakan, yang menjadi kewajiban bagi perorangan adalah wajib menerapkan protokol Covid-19 dan juga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam beraktivitas.

Dukung Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, Polda Sumbar: Beri Efek Jera Bagi yang Melanggar

Pemko Padang Sosialiasasikan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, Tim SK4 Sasar Semua Kecamatan

Bagi-bagi Masker di Pasar Bandar Buat Kota Padang, Sosialisasikan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru

Selain itu, menjaga daya tahan tubuh dan juga mengambil wudhu bagi yang beragama Islam.

"Ini sesuai dengan masukan MUI, kalau beragama Islam menjalankan syariat dan nilai-nilai Islam, hampir sama dengan pelaksanaan protokol kesehatan," kata Reti Wafda.

Ketika keluar rumah, kata Reti Wafda, juga tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta mengucapkan salam dengan tidak berjabat tangan.

Polisi Bagikan 500 Masker, Sosialisai Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, Sanksi Denda Atau Kurungan

Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Sumbar Tunggu Evaluasi Mendagri, Setelah Itu Sosialisasi 7 Hari

Sosialisasi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Dimulai, Irwan Prayitno: Mohon Dukungan Bupati & Walikota

"Jangan sampai bersalaman, lalu didokumentasikan oleh orang, lalu dijadikan bukti bahwa sudah melanggar Perda AKB," tambah Reti Wafda.

Di dalam Perda, setiap orang juga wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari atau sampai hasil pemeriksaan swab keluar.

Kemudian, bagi yang kontak erat dengan kasus positif, maka wajib melaksanakan swab. Sampai swab keluar wajib melaksanakan isolasi mandiri.

"Jangan sampai setelah swab, ternyata berkeliaran, dan mendapatkan sanksi yang cukup berat," jelas Reti Wafda.

Sanksi perorangan, sebut Reti Wafda, dimulai dengan teguran lisan, tertulis, kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum, kemudian denda administrasi Rp100.000 dan daya paksa polisional.

Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, Bagi Pelanggar Dikenakan Sanksi Sosial, Denda Hingga Pidana

Sumatera Barat Punya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, Perda Pertama di Indonesia yang Disahkan

Jika masih melanggar dan sanksi administrasi tidak dilaksanakan, maka masuk ke sanksi pidana berupa kurungan selama dua hari atau denda Rp250.000.

"Dengan denda segitu mungkin bagi sebagian orang tidak berat, tapi jika masuk ke sanksi pidana, itu track record kita sudah jelek," tegas Reti Wafda.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved