Ekonomi Sumbar

BPS Sumbar Catat Nilai Ekspor Januari-April 2026 Tembus 1 Miliar Dollar AS, India Jadi Tujuan Utama

India kokoh bertengger sebagai entitas negara tujuan utama ekspor dengan pangsa pasar mencapai 25,80 persen dari total ekspor Sumatera Barat.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
BPS SUMBAR- Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, memberikan keterangan di Kantor BPS Provinsi Sumatra Barat, Kota Padang, Selasa (2/6/2026). Nurul Hasanudin menjelaskan bahwa nilai ekspor kumulatif Sumatera Barat selama periode Januari hingga April 2026 berhasil menyentuh angka 1.035,18 juta dollar AS. 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas perdagangan internasional Sumbar menunjukkan performa yang impresif sepanjang awal tahun 2026.
  • Nilai ekspor dan impor kumulatif daerah ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat progresif dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Nilai ekspor kumulatif Sumatera Barat selama periode Januari hingga April 2026 berhasil menyentuh angka 1.035,18 juta dollar AS.
  • India kokoh bertengger sebagai entitas negara tujuan utama ekspor dengan pangsa pasar mencapai 25,80 persen dari total ekspor Sumbar.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Aktivitas perdagangan internasional Provinsi Sumatera Barat menunjukkan performa yang impresif sepanjang awal tahun ini.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat pada hari ini, Selasa (2/6/2026), nilai ekspor dan impor kumulatif daerah ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat progresif dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pemaparan indikator makroekonomi strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, di Kantor BPS Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang. 

Rangkaian data tersebut memberikan gambaran utuh mengenai peta kekuatan ekonomi eksternal daerah, ketahanan industri pengolahan, serta pergeseran dinamika logistik domestik yang melanda sejumlah pintu masuk transportasi di Ranah Minang.

Nurul Hasanudin menjelaskan bahwa nilai ekspor kumulatif Sumatera Barat selama periode Januari hingga April 2026 berhasil menyentuh angka 1.035,18 juta dollar AS.

Baca juga: Breaking News: Wanda, Terdakwa Mutilasi Tiga Perempuan di Padang Pariaman Divonis Mati

Capaian tersebut mencerminkan adanya pertumbuhan sebesar 30,22 persen bila dibandingkan dengan performa ekspor periode Januari–April 2025 yang bertengger di level 794,92 juta dollar AS. 

Kenaikan kumulatif yang melampaui sepertiga capaian tahun lalu ini mengonfirmasi kuatnya permintaan pasar global terhadap produk unggulan lokal.

“Jika dibedah menurut sektor pembentuknya, industri pengolahan menjadi penopang utama atau fasilitator utama dari akselerasi nilai ekspor tersebut,” katanya.

Sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 31,91 persen secara tahunan, meningkat dari 758,55 juta dollar AS pada awal tahun lalu menjadi 1.000,59 juta dollar AS pada caturwulan pertama 2026.

Sebaliknya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru mencatatkan performa negatif dengan nilai ekspor yang terkoreksi sebesar 9,81 persen menuju level 32,67 juta dollar AS.

"Andil utama peningkatan nilai ekspor kumulatif Sumatera Barat disumbang oleh performa kuat sektor industri pengolahan," ujar Nurul Hasanudin.

Baca juga: Harga Jengkol dan Ayam Ras Turun, Tahan Laju Tekanan Inflasi Sumatera Barat Mei 2026

Industri hilirisasi komoditas nabati tampaknya masih menjadi primadona yang mendatangkan pundi-pundi devisa terbesar bagi daerah.

Secara spasial, India kokoh bertengger sebagai entitas negara tujuan utama ekspor dengan pangsa pasar mencapai 25,80 persen dari total ekspor Sumatera Barat

Nilai pengapalan komoditas ke Negeri Anak Benua tersebut mencapai 267,06 juta dollar AS, yang didominasi oleh kelompok barang lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) senilai 248,36 juta dollar AS serta sari bahan samak dan celup (HS 32) senilai 11,48 juta dollar AS.

Peringkat kedua negara tujuan utama ditempati oleh Pakistan dengan nilai transaksi sebesar 177,39 juta dollar AS dan pangsa pasar mencapai 17,14 persen. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved