BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Gubernur Minta Tambang Emas Ditutup, Perahu Terbalik dan Penemuan Mayat

nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di Muara Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan,

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
ANTREAN SOLAR- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat diwawancarai di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar, Senin (18/5/2026). 

Pencarian tidak berhenti di situ. Mengingat medan yang sulit dan material yang cukup tebal, satu unit alat berat tambahan didatangkan ke lokasi. 

Personel Polres Sijunjung bersama Polsek Koto VII bahu-membahu dengan warga menyisir sisa-sisa material longsoran.

Setelah kerja keras selama kurang lebih empat jam, empat korban terakhir akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB. 

Sama seperti rekan-rekan sebelumnya, keempatnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, menggenapi jumlah korban jiwa menjadi sembilan orang.

Baca juga: Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926: Warga Diminta Waspada Ancaman Patahan Semangko

Pihak kepolisian telah mengidentifikasi para korban yang mayoritas masih berusia muda, yakni AT (23), HRH (23), IJ (19), MN (22), WA (21), DA (42), MF (22), ACM (43), dan DL (40). 

Jenazah kini telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk menjalani proses pemakaman di kampung halaman masing-masing.

Kapolres Sijunjung mengungkapkan bahwa pemilik lokasi tambang serta mesin yang digunakan berinisial NKM (46).

Diketahui bahwa seluruh pekerja dan pemilik tambang merupakan warga Nagari Guguk, yang memang menggantungkan hidup dari sisa-sisa kandungan emas di wilayah tersebut.

AKBP Willian Harbensyah menegaskan, pihaknya sebenarnya telah berulang kali melakukan langkah preventif berupa imbauan hingga penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal.

Namun, faktor ekonomi seringkali membuat warga mengabaikan risiko keselamatan yang sangat tinggi tersebut.

Kini, Satreskrim Polres Sijunjung sedang mendalami aspek hukum dari kejadian ini.

Polisi memastikan penyelidikan dan penyidikan akan terus berjalan guna menentukan pertanggungjawaban hukum atas peristiwa yang telah merenggut nyawa banyak orang ini sesuai prosedur yang berlaku.

2. Nelayan Hilang Akibat Perahu Terbalik di Pessel Ditemukan Meninggal, Berjarak 50 Meter dari Lokasi

Nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di Muara Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (19/5/2026).

Korban bernama Iral (35) ditemukan oleh warga sekitar pukul 15.45 WIB, tidak jauh dari lokasi perahu terbalik oleh warga sekitar.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian dengan jarak sekitar 50 meter dari titik awal peristiwa.

"Korban atas nama Iral berhasil ditemukan pada pukul 15.45 WIB oleh masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Abdul Malik.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan warga ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga: Breaking News: Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Pesisir Selatan, Satu Orang Masih Hilang

EVAUKASI NELAYAN- Warga bersama unsur SAR gabungan mengevakuasi jenazah nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik akibat dihantam ombak di Muara Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (19/5/2026). Korban bernama Iral (35) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 50 meter dari lokasi kejadian dan selanjutnya dibawa ke rumah duka.
EVAUKASI NELAYAN- Warga bersama unsur SAR gabungan mengevakuasi jenazah nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik akibat dihantam ombak di Muara Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (19/5/2026). Korban bernama Iral (35) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 50 meter dari lokasi kejadian dan selanjutnya dibawa ke rumah duka. (Dokumentasi/Polsek Sutera)

Abdul Malik menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika sebuah perahu nelayan yang membawa 11 orang berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Pesisir Selatan sekitar pukul 06.00 WIB.

Namun sekitar pukul 11.30 WIB, saat hendak memasuki Muara Ampiang Parak, perahu dihantam gelombang di depan muara hingga terbalik.

"Dari 11 orang yang berada di atas perahu, 10 orang berhasil selamat. Satu orang atas nama Iral sempat dinyatakan hilang setelah kejadian," ujarnya.

Sebelumnya, warga setempat telah melakukan pencarian secara mandiri terhadap korban.

Namun hingga laporan diterima Kantor SAR Padang pada pukul 14.55 WIB, korban belum berhasil ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Padang melalui Unit Siaga SAR Pesisir Selatan memberangkatkan enam personel penyelamat menuju lokasi kejadian pada pukul 15.10 WIB.

Baca juga: Solar Langka di Sumbar, Heru: Sudah Antre 4 Jam Belum Dapat, Seperti Mencari Emas Saja

Tim membawa sejumlah peralatan pendukung operasi SAR, di antaranya kendaraan rescue, perahu karet lengkap dengan motor tempel, peralatan SAR air, evakuasi, medis, komunikasi dan perlengkapan lainnya.

Saat tim SAR tiba di lokasi pada pukul 16.42 WIB, korban ternyata telah lebih dahulu ditemukan oleh warga.

"Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan memperoleh informasi bahwa korban telah ditemukan oleh masyarakat. Selanjutnya korban dievakuasi ke rumah duka," jelas Abdul Malik.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan, TNI AL, Polsek Sutera hingga masyarakat setempat yang turut membantu penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup setelah dilakukan debriefing bersama seluruh unsur yang terlibat pada pukul 17.00 WIB.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan," tutup Abdul Malik.

3. Niat Bangunkan untuk Jual Pisang, IRT Syok Temukan Mayat di Padang Pariaman Berulat dan Melepuh

Warga Korong Tungka Kampung Panyalai, Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria paruh baya di sebuah rumah kebun, Senin (18/5/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Jasad korban yang diketahui bernama Firdaus (60), seorang buruh harian lepas setempat, ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh yang sudah melepuh dan mulai berulat.

Kapolres Padang Pariaman melalui Kapolsek VII Koto Sungai Sariak, IPTU Edy Saputra, membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut.

Pihaknya langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat.

Baca juga: Jadwal DCL 2026 Rilis, Bupati Dharmasraya Targetkan Geliat Ekonomi Nagari

PENEMUAN MAYAT-Warga Korong Tungka Kampung Panyalai, Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria paruh baya di sebuah rumah kebun, Senin (18/5/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
PENEMUAN MAYAT-Warga Korong Tungka Kampung Panyalai, Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria paruh baya di sebuah rumah kebun, Senin (18/5/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB. (TribunPadang.com/Polres Padang Pariaman)

Awal Mula Penemuan Jasad

Iptu Edy Saputra menceritakan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Baini (53), yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Saat itu, saksi berniat mendatangi korban di rumah kebunnya.

"Saksi Baini bermaksud membangunkan korban karena ada seorang pembeli yang datang dan ingin membeli buah pisang hasil kebun korban," ujar Iptu Edy Saputra saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

Sesampainya di depan rumah kebun, Baini mencoba memanggil nama korban berkali-kali dari luar. Namun, setelah beberapa saat menunggu, tidak ada respons atau sahutan sama sekali dari dalam rumah.

Baca juga: Dauky Kenalkan Motion Wear di Padang, Outfit Nyaman untuk Perempuan Aktif

Pintu Rumah Dibuka, Saksi Terkejut

Merasa ada yang tidak beres dan curiga karena situasi rumah yang terlampau hening, Baini akhirnya memutuskan untuk membuka pintu rumah kebun tersebut secara langsung.

"Ketika pintu berhasil dibuka, saksi mendapati korban sudah dalam posisi terbujur kaku dan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi," jelas Kapolsek.

Kondisi jasad korban saat ditemukan terbilang cukup memprihatinkan. Berdasarkan pengamatan awal di lokasi kejadian, kondisi tubuh korban diperkirakan sudah 80 persen melepuh serta mulai dikerumuni ulat.

Baca juga: WALHI Desak Pemerintah Pusat Sanksi Kepala Daerah Terkait Tambang Emas Ilegal Sumbar

Pihak Keluarga dan Polisi Bergerak

Melihat pemandangan yang mengejutkan tersebut, Baini langsung panik dan segera mengabarkan kejadian itu kepada pihak keluarga korban serta warga sekitar, termasuk saksi lainnya bernama Burmawi (54) yang bekerja sebagai sopir.

Pihak keluarga yang mendapat kabar duka tersebut langsung menghubungi Polsek VII Koto Sungai Sariak untuk melaporkan insiden penemuan mayat ini agar segera ditindaklanjuti.

"Begitu menerima laporan resmi dengan nomor L/Gangguan/A/4/V/2026/SPKT/POLSEK VII KOTO SUNGAI SARIAK, personil kami bersama Pamapta Polres Padang Pariaman langsung meluncur ke TKP," kata Iptu Edy Saputra.

Baca juga: Polisi Gerebek Pesta Sabu di Lima Puluh Kota, Tangkap 4 Pengedar dan Sita 25 Gram Narkoba

Pemeriksaan Medis dan Keputusan Keluarga

Setibanya di lokasi, petugas kepolisian langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Tim medis dari Puskesmas Padang Sago yang dipimpin oleh Dr. Ihsyan Raffi M. Nur juga dihadirkan untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kepergian korban yang diduga meninggal karena faktor alamiah atau sakit yang dideritanya.

"Pihak keluarga korban secara tegas menolak untuk dilakukan tindakan otopsi lebih lanjut terhadap jenazah," tambah Iptu Edy Saputra.

Selain menolak otopsi, pihak keluarga juga telah membuat pernyataan resmi untuk tidak menuntut peristiwa ini secara hukum yang berlaku di kemudian hari.

Setelah proses administrasi dan pemeriksaan di TKP selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. (*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved