BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Gubernur Minta Tambang Emas Ditutup, Perahu Terbalik dan Penemuan Mayat

nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di Muara Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan,

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
ANTREAN SOLAR- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat diwawancarai di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar, Senin (18/5/2026). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Simak sejumlah berita menarik seputar Sumatera Barat dirangkum dalam berita populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Pertama, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, meminta lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Sijunjung yang mengalami longsor hingga menewaskan sembilan orang segera ditutup untuk menghindari munculnya korban baru.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat merespons tragedi longsor tambang emas ilegal di daerah Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

Kedua, nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di Muara Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (19/5/2026).

Korban bernama Iral (35) ditemukan oleh warga sekitar pukul 15.45 WIB, tidak jauh dari lokasi perahu terbalik oleh warga sekitar.

Ketiga, warga Korong Tungka Kampung Panyalai, Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria paruh baya di sebuah rumah kebun, Senin (18/5/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Jasad korban yang diketahui bernama Firdaus (60), seorang buruh harian lepas setempat, ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh yang sudah melepuh dan mulai berulat.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Mahyeldi Minta Lokasi Tambang Emas Ilegal Sijunjung Ditutup Usai Longsor Tewaskan 9 Orang

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, meminta lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Sijunjung yang mengalami longsor hingga menewaskan sembilan orang segera ditutup untuk menghindari munculnya korban baru.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat merespons tragedi longsor tambang emas ilegal di daerah Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

“Bahkan kemarin saya minta itu ditutup, lokasi ditutup, karena memang berisiko lagi. Itu harus ditutup supaya tidak menyebabkan korban-korban baru,” kata Mahyeldi saat diwawancarai TribunPadang.com di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar, Senin (18/5/2026) malam.

Menurut Mahyeldi, penanganan aktivitas tambang emas ilegal atau Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) membutuhkan keterlibatan seluruh unsur Forkopimda karena merupakan pelanggaran undang-undang.

Baca juga: Breaking News: Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Pesisir Selatan, Satu Orang Masih Hilang

“Karena ini pelanggaran undang-undang, maka kita mengharapkan soliditas Forkopimda,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Dinas ESDM sebenarnya telah beberapa kali melakukan pembahasan dan turun langsung ke lapangan terkait aktivitas tambang ilegal di daerah.

“Kepala Dinas ESDM ini sudah mengingatkan dan telah menyikapi. Bahkan rapat-rapat kita juga ada bagaimana untuk bisa turun ke lapangan,” katanya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved