BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Gubernur Minta Tambang Emas Ditutup, Perahu Terbalik dan Penemuan Mayat

nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di Muara Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan,

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
ANTREAN SOLAR- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat diwawancarai di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar, Senin (18/5/2026). 

Mahyeldi juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum dalam aktivitas tambang ilegal yang masih berlangsung di sejumlah wilayah di Sumbar.

“Apalagi kita mendengar bahwasanya di lapangan itu juga bermacam-macam, ada yang mungkin dari oknum-oknum,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan pemerintah daerah tetap melakukan langkah penindakan sembari mendorong percepatan pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

“Kita tetap jalan penindakan, dan kemudian laporan Forkopimda juga sudah kita lakukan ke lapangan. Bahkan sebelumnya kawasan itu sudah kita turunkan dan dari kepolisian juga demikian turun ke lokasi,” jelasnya.

Baca juga: Penampakan Sapi Kurban Presiden Prabowo Seharga Rp98 Juta dengan Berat 1,1 Ton di Pauh Padang

Mahyeldi juga meminta pemerintah kabupaten dan kota aktif memantau kondisi tambang ilegal di wilayah masing-masing agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kita harapkan kepada bupati dan wali kota bisa mengecek tentang bagaimana situasi tambang-tambang ilegal yang ada. Kan pasti mereka tahu lah, karena ada Kapolres, Forkopimda dan Dandim,” katanya.

Ia mengaku sebelumnya telah mengirim surat kepada para kepala daerah untuk melakukan edukasi terkait bahaya aktivitas PETI kepada masyarakat.

“Makanya surat saya kepada bupati adalah bagaimana untuk mengedukasi. Itu sudah setahun yang lalu surat saya kepada bupati,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, bencana tanah longsor terjadi di lokasi yang diduga menjadi area tambang emas ilegal di daerah Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Kamis (14/5/2026) siang.

Sebanyak sembilan orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor saat beraktivitas di lokasi tambang manual atau dompeng tersebut. Selain korban meninggal dunia, sejumlah korban lainnya juga mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Sembilan Penambang Emas Tewas Tertimbun di Sijunjung

Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pasca insiden  yang terjadi di area tambang emas, Kamis (14/5/2026) siang.

Sebanyak sembilan orang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah material tanah di lokasi tambang manual atau yang akrab disebut dompeng mendadak longsor dan menimbun para pekerja.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, tepat saat para pekerja tengah melakukan aktivitas penggalian di kawasan Jorong Sintuak, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII.

Informasi yang dihimpun, terdapat setidaknya 12 orang pekerja yang tengah beraktivitas di lokasi tambang tersebut. 

Baca juga: Detik-detik Tebing Tambang Emas di Sijunjung Longsor: 3 Orang Selamat, 9 Pekerja Tewas Tertimbun

Meskipun lokasi kejadian berada di Nagari Guguk, akses tercepat menuju titik koordinat longsor diketahui melalui Jorong Taratak Botung, Nagari Padang Laweh.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved