BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Gubernur Minta Tambang Emas Ditutup, Perahu Terbalik dan Penemuan Mayat

nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di Muara Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan,

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
ANTREAN SOLAR- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat diwawancarai di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar, Senin (18/5/2026). 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung mengaku tidak terlibat langsung dalam proses evakuasi para korban di lokasi kejadian.

Kasi Kedaruratan BPBD Sijunjung, Heries, menyatakan bahwa pihaknya tidak turun ke lapangan saat proses pencarian dan pengangkatan jenazah berlangsung.

"Berkaitan dengan kejadian kemarin, kita BPBD tidak turun evakuasi. Jadi kami tidak mengetahui informasi detail dan kronologis pastinya," kata Heries saat dihubungi, Jumat (15/5/2026).

Polisi: Longsoran Tebing 30 Meter Kubur 9 Penambang

TERTIMBUN LONGSOR- Masyarakat secara bersama-sama mengevakuasi korban tertimbun longsor di area tambang emas Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026).
TERTIMBUN LONGSOR- Masyarakat secara bersama-sama mengevakuasi korban tertimbun longsor di area tambang emas Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026). (Dokumentasi/Polres Sijunjung)

Sementara itu Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, melalui Kasatreskrim AKP Hendra Yose, mengonfirmasi bahwa musibah tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. 

Saat itu, suasana kerja yang semula biasa saja mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika tanah di atas mereka bergerak jatuh.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun pihak kepolisian, terdapat setidaknya 12 orang pekerja yang tengah beraktivitas di lokasi tersebut. 

Sebagian dari mereka menggunakan mesin mesin dompeng, sementara sebagian lainnya mengadu peruntungan dengan mendulang emas secara manual.

Baca juga: Tragedi Tambang Padang Laweh Sijunjung, Polisi: Longsoran Tebing 30 Meter Kubur 9 Penambang

Naas bagi para pekerja, tebing yang berada sekitar 30 meter dari titik koordinat aktivitas mereka mendadak mengalami longsor skala besar. 

Material tanah dalam volume masif meluncur dengan cepat ke arah lubang tambang, menutup ruang gerak bagi siapa pun yang berada di bawahnya.

Dari belasan pekerja yang ada, hanya tiga orang yang berhasil meloloskan diri dari maut. 

Ketiganya sempat menghindar saat mendengar gemuruh tanah, sementara sembilan rekan mereka lainnya tak sempat menyelamatkan diri dan terkubur hidup-hidup di bawah material longsoran.

Mendengar kabar bencana tersebut, warga sekitar langsung berhamburan menuju lokasi kejadian. 

Dengan peralatan seadanya, masyarakat mencoba menggali tanah untuk mencari korban sebelum akhirnya bantuan dua unit alat berat ekskavator tiba untuk mempercepat proses evakuasi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Lokasi Tambang Emas di Sijunjung Longsor Tewaskan 9 Penambang

Ketegangan menyelimuti lokasi pencarian selama berjam-jam. Sekitar pukul 13.00 WIB, upaya tim gabungan dan warga membuahkan hasil pertama.

Lima jenazah pekerja berhasil dievakuasi dari timbunan tanah, namun semuanya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved