Kota Padang Panjang

Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926: Warga Diminta Waspada Ancaman Patahan Semangko

Momentum satu abad Gempa Padang Panjang 1926 menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan

Tayang:
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pemko Padang Panjang
GEMPA PADANG PANJANG - Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP), Rabu (13/5/2026). Dalam kegiatan membahas Gempa Padang Panjang 1926 tersebut, Plt Kepala BPBD Kesbangpol Padang Panjang Dian Eka Purnama menegaskan potensi bencana di daerah itu dapat terjadi kapan saja. 
Ringkasan Berita:
  • 100 tahun Gempa Padang Panjang jadi alarm kesiapsiagaan warga.
  • BPBD sebut enam ancaman bencana mengintai Padang Panjang.
  • FGD kebencanaan libatkan relawan, PMI, SAR hingga insan pers.
  • Rifnaldi ingatkan Padang Panjang dilintasi patahan aktif.
  • Pemko siapkan RPB dan rencana kontijensi hadapi bencana.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PANJANG -  Momentum satu abad Gempa Padang Panjang 1926 menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP), Rabu (13/5/2026).

Dalam kegiatan membahas Gempa Padang Panjang 1926 tersebut, Plt Kepala BPBD Kesbangpol Padang Panjang Dian Eka Purnama menegaskan potensi bencana di daerah itu dapat terjadi kapan saja.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.

FGD tentang Gempa Padang Panjang 1926 itu diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari KNPI, Karang Taruna, Kelompok Siaga Bencana (KSB) dari 16 kelurahan, PMI, SAR, relawan kebencanaan hingga insan pers.

Baca juga: Detik-detik Tebing Tambang Emas di Sijunjung Longsor: 3 Orang Selamat, 9 Pekerja Tewas Tertimbun

Dian Eka mengatakan mitigasi bencana harus menjadi perhatian bersama karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana daerah.

“Bencana tidak mengenal waktu. Karena itu kita harus terus membangun kesiapsiagaan agar masyarakat mampu meminimalkan risiko dan selamat saat bencana terjadi,” ujarnya dilansir resmi Jumat (15/5/2026).

Ia juga menjelaskan, Pemerintah Kota telah menyelesaikan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan saat ini tengah menuntaskan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) serta Rencana Kontijensi sebagai bagian dari penguatan sistem penanggulangan bencana daerah.

Disebutkannya, terdapat enam potensi bencana yang mengancam Padang Panjang, yakni gempabumi, banjir, banjir bandang, tanah longsor, bencana gunung api dan cuaca ekstrem.

Karena itu, penanganan bencana tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: Dugaan Pencurian dalam Keluarga: Pria di Padang Gasak 7,5 Gram Emas dan Rp3 Juta Milik Sang Ibu

Sementara itu, Ketua PJKIP Padang Panjang Rifnaldi mengatakan, tragedi gempa 1926 bukan untuk diperingati secara seremonial, melainkan sebagai pengingat bahwa Padang Panjang merupakan wilayah rawan bencana karena dilintasi Patahan Semangko Segmen Sianok dan Singkarak.

Menurutnya, momentum satu abad gempa harus menjadi refleksi besar untuk melihat sejauh mana kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

“Bencana tidak pernah memberi tahu kapan datangnya. Karena itu, kewaspadaan, edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk menyelamatkan diri,” tegasnya.

Melalui FGD tersebut, diharapkan tumbuh budaya siaga bencana sekaligus meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap mitigasi dan langkah penyelamatan diri ketika bencana terjadi. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved