BBM Langka di Padang
Solar Langka di Sumbar, Heru: Sudah Antre 4 Jam Belum Dapat, Seperti Mencari Emas Saja
“Masalah makan ini nanti saja, yang penting solar bisa full, baru saya bisa kerja,” sebutnya.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Masyarakat sulit mendapatkan BBM bersubsusidi jenis solar di Padang.
- Akibatnya terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU.
- Seorang pengemudi L300 sudah menunggu antrean selama 4 jam dan masih belum dapat.
- Heru berharap pemerintah menambah stok solar di Sumatera Barat.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di Sumatera Barat dikeluhkan para pengendara.
Kondisi tersebut bahkan disebut sudah seperti mencari emas yang tersembunyi di dalam tanah karena sulit didapat.
Salah seorang pengendara, Heru Apriniko mengaku harus mengantre sejak pukul 10.00 WIB di sebuah SPBU 14.251.583 kawasan Khatib Sulaiman, Padang Utara, Kota Padang, Selasa (19/5/2026).
Namun hingga pukul 14.00 WIB, kendaraan L-300 miliknya baru masuk ke kawasan SPBU dan belum mencapai mesin pengisian.
“Saya baru masuk kawasan SPBU sejak tadi di badan jalan, ini sudah empat jam, tapi belum sampai ke mesin pengisian. Paling satu jam lagi,” kata dia.
Baca juga: Sopir Bus di Padang Mengeluh Harus Antre Dua Jam Lebih Demi Solar, Sebut Aktivitas Terhambat
Heru mengaku tidak berpindah SPBU untuk mendapatkan BBM solar. Sebab sebelumnya pernah gagal mengisi akibat stok habis setelah mengantre berjam-jam.
Bagi Heru, solar menjadi kebutuhan utama untuk bekerja. Sehari-hari ia melansir makanan ringan kering dari produsen atau grosir ke sejumlah toko di luar Kota Padang dan mengambil keuntungan dari selisih harga.
Menurutnya, pekerjaan tersebut sangat bergantung pada BBM subsidi agar biaya operasional tidak membengkak.
“Saya harus antre BBM dulu saat pagi, baru setelahnya bisa mengantar barang. Kadang sudah malam baru saya sampai ke lokasi,” ucapnya.
Bagi Heru, tidak hanya mengganggu waktu kerja, antrean panjang juga membuatnya harus menahan lapar. Bahkan, hingga pukul 14.00 WIB ia mengaku belum sempat makan siang.
Selain itu, ia juga harus menghemat bahan bakar dengan cara menghidupkan dan mematikan mesin kendaraan setiap antrean bergerak.
Baca juga: Respons Antrean BBM di SPBU, Mahyeldi Sebut Kuota dari Pusat di Bawah Kebutuhan
“Masalah makan ini nanti saja, yang penting solar bisa full, baru saya bisa kerja,” sebutnya.
Melihat kondisi solar yang susah didapatkan oleh pengendara, serta harus antre berjam-jam, Heru menyebut serupa dengan mencari emas.
Bahkan antre selama beberapa jam namun tidak mendapatkan solar, membuat ia merasa jengkel.
“Menurut saya mendapatkan solar di Sumbar, sudah seperti mencari emas saja,” kata dia sembari bergurau.
Multiangle
Penyebab Bio Solar Langka
solar langka
Solar Langka di Sumbar
solar langka di Padang
antrean solar
Gubernur Sumatera Barat
| Sopir Bus di Padang Mengeluh Harus Antre Dua Jam Lebih Demi Solar, Sebut Aktivitas Terhambat |
|
|---|
| Respons Antrean BBM di SPBU, Mahyeldi Sebut Kuota dari Pusat di Bawah Kebutuhan |
|
|---|
| Antrean Solar Mengular di SPBU Khatib Sulaiman, Didominasi Truk dan Bus hingga Makan Badan Jalan |
|
|---|
| Antrean Kendaraan di SPBU Meningkat, Pertamina Pastikan Stok Biosolar di Padang Tetap Aman |
|
|---|
| Tak Hanya Waktu, Antrean Solar di Padang Juga Gerus Penghasilan Sopir Truk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/solar-langka-di-Padang-kendaraan-antre-1952026.jpg)