Kabupaten Dharmasraya

Dharmasraya Catat Pertumbuhan Ekonomi 2025 di Atas Sumbar, Pengangguran dan Kemiskinan Turun

Data terbaru menunjukkan indikator makro daerah ini berhasil melampaui rata-rata pencapaian Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pemkab Dharmasraya
BUPATI DHARMASRAYA: Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani. Dalam kurun waktu satu tahun saja, daerah Dharmasraya sukses melakukan lompatan kuantum dalam pembangunan makro ekonomi. Prestasi ini terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar meriah di Pulau Punjung, Senin (6/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dharmasraya catat pertumbuhan ekonomi 3,79 persen pada 2025, melampaui rata-rata Sumbar.
  • Data BPS menunjukkan kemiskinan Dharmasraya turun dari 5,32 persen menjadi 4,61 persen.
  • Tingkat pengangguran Dharmasraya ikut turun menjadi 5,51 persen dalam satu tahun.
  • Pendapatan per kapita warga naik menjadi Rp62 juta per tahun pada 2025.
  • Bupati Annisa siapkan strategi pembangunan hingga 2027 dengan kebutuhan dana Rp2 triliun.

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Kabupaten Dharmasraya mencatat lompatan signifikan dalam capaian ekonomi sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan indikator makro daerah ini berhasil melampaui rata-rata pencapaian Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Prestasi ini terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar meriah di Pulau Punjung, Senin (6/4/2026).

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, yang hadir langsung memberikan apresiasi setinggi langit atas kinerja moncer tersebut.

Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sebuah fenomena menarik. Dharmasraya yang pada tahun 2024 masih memiliki beberapa rapor merah di bawah rata-rata provinsi, kini justru berbalik unggul dan meninggalkan daerah lain di Sumatera Barat.

"Capaian makro pembangunan Dharmasraya tahun 2025 sangat menggembirakan. Ini layak menjadi perhatian publik karena mereka berhasil melampaui rata-rata provinsi di hampir semua indikator penting," ujar Medi Iswandi dilansir resmi, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Akses Sembilan Koto Dharmasraya Terbuka, Material Longsor Berhasil Dibersihkan dan Listrik Pulih

Jika menilik ke belakang, pada tahun 2024, Dharmasraya masih terseok-seok pada tiga indikator utama.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kala itu mencapai 6,02 persen, sementara pertumbuhan ekonomi hanya nangkring di angka 3,86 persen—keduanya masih kalah dari angka rata-rata provinsi.

Namun, hanya dalam waktu satu tahun, peta kekuatan ekonomi berubah total. Memasuki tahun 2025, Dharmasraya tancap gas dengan lima indikator makro yang kini berada di atas rata-rata Sumatera Barat. Sebuah transformasi yang dinilai sangat progresif.

Salah satu yang paling mencolok adalah penurunan angka kemiskinan. Dari semula 5,32 persen, kini turun menjadi 4,61 persen. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata kemiskinan di tingkat provinsi Sumatera Barat yang berada di kisaran 5,31 persen.

Tak hanya itu, masalah pengangguran juga berhasil ditekan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Dharmasraya kini hanya 5,51 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa lapangan kerja di Dharmasraya terbuka lebih lebar dibandingkan rata-rata daerah lain di Sumatera Barat.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar 7 April hingga Pukul Pukul 09.00 WIB, Pasaman Barat Diguyur Hujan Lebat

Sektor pertumbuhan ekonomi juga menjadi sorotan. Saat daerah lain di Sumatera Barat cenderung mengalami perlambatan akibat faktor bencana, ekonomi Dharmasraya justru tumbuh solid di angka 3,79 persen, melampaui angka provinsi yang hanya sebesar 3,37 persen.

Kesejahteraan warga pun otomatis naik kelas. Pendapatan per kapita masyarakat Dharmasraya kini tembus di angka Rp62 juta per tahun.

Angka ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp58,7 juta, menandakan daya beli masyarakat yang semakin kuat.

Meski hampir menyapu bersih keunggulan, Bupati Annisa Suci Ramadhani mengakui masih ada pekerjaan rumah (PR) besar, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Walau naik ke angka 75,70, nilai ini masih sedikit di bawah rata-rata provinsi.

Menanggapi tantangan ke depan, Bupati Annisa Suci Ramadhani menyatakan telah menyiapkan jurus jitu untuk target tahun 2027. Apalagi, kebutuhan anggaran pembangunan diprediksi mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp2 triliun.

Baca juga: 3 BERITA POPULER SUMBAR: Tewas Terjebak Api, Penangkapan Bandar di Agam dan Gempa Guncang Pariaman

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved