Kabupaten Dharmasraya

Dinkes Dharmasraya Gencarkan Gema Cermat di 4 Wilayah Guna Cegah Salah Obat

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan literasi medis. 

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pemkab Dharmasraya
GEMA CERMAT - Melalui Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (YAN-SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, pemerintah daerah gencar menyosialisasikan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat atau yang dikenal sebagai Gema Cermat. 

Ringkasan Berita:
  • Dinkes Dharmasraya gencarkan Gema Cermat di 4 wilayah puskesmas.
  • Warga diajarkan cara dapatkan, gunakan, simpan, dan buang obat.
  • Kader Posyandu dan Dasawisma dilibatkan jadi penyebar edukasi obat.
  • Dinkes temukan warga masih salah pakai dan salah simpan obat.
  • Program ini dorong keluarga hindari konsumsi obat tanpa aturan.

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan literasi medis. 

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menekan risiko kesalahan penggunaan obat-obatan di tingkat keluarga.

Melalui Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (YAN-SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, pemerintah daerah gencar menyosialisasikan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat atau yang dikenal sebagai Gema Cermat.

Langkah preventif ini diambil menyusul masih ditemukannya kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi obat tanpa pedoman yang tepat. Pola konsumsi yang keliru dinilai berpotensi memicu dampak buruk bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Baca juga: PT Semen Padang Ajak Warga Indarung Salat Iduladha di Plaza Kantor Pusat

Sasar Empat Wilayah Puskesmas

Untuk memastikan edukasi berjalan efektif dan menjangkau lini terkecil masyarakat, Dinas Kesehatan Dharmasraya memusatkan kegiatan ini di empat wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) strategis.

Empat titik tersebut meliputi:

  • Puskesmas Sungai Rumbai
  • Puskesmas Koto Baru
  • Puskesmas Sitiung I
  • Puskesmas Timpeh

Pemilihan lokasi ini diharapkan mampu merepresentasikan keterwakilan masyarakat Dharmasraya secara sosiogeografis, sehingga gelombang edukasi dapat tersebar secara merata.

Baca juga: Bupati Sijunjung Benny Dwifa Lantik Jaheri Jadi Sekda Lewat Manajemen Talenta Pertama di Sumbar

Menggandeng Kader Posyandu dan Dasawisma

Dinas Kesehatan tidak bergerak sendiri dalam memasifkan gerakan ini. Pihak panitia sengaja melibatkan elemen masyarakat yang dinilai paling dekat dengan aktivitas rumah tangga harian, yakni kader Dasawisma dan kader Posyandu.

Selain para kader kesehatan, sosialisasi ini juga diikuti oleh masyarakat umum secara antusias. Keterlibatan aktif elemen akar rumput ini diharapkan mampu menciptakan efek domino dalam penyebaran informasi kesehatan.

Para kader yang hadir dibekali dengan pengetahuan mendalam mengenai tata cara pengelolaan obat yang ideal. Pemahaman ini dianggap krusial mengingat peran mereka sebagai rujukan awal informasi kesehatan di lingkungan rukun tetangga.

Baca juga: PT Semen Padang Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Menanamkan Prinsip DAGUSIBU

Materi utama yang menjadi sorotan dalam edukasi Gema Cermat kali ini adalah penerapan prinsip DAGUSIBU. Akronim ini merujuk pada empat langkah penting: 

Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan cara yang tepat.

Masyarakat diajarkan bagaimana cara mendapatkan obat dari sumber yang resmi dan terpercaya. Hal ini penting guna menghindari peredaran obat palsu atau kedaluwarsa yang jamak beredar melalui jalur ilegal.

"Masih banyak masyarakat yang menggunakan obat tanpa memperhatikan aturan pakai maupun cara penyimpanan yang tepat," ujar Kepala Bidang YAN-SDK Dinas Kesehatan Dharmasraya, Milana Gafar dilansir resmi, Selasa (27/5/2026).

Baca juga: Tiga Rumah Terbakar di Lubuk Kilangan Padang, Damkar: Dua Motor Ikut Hangus

Mengubah Kebiasaan di Tingkat Keluarga

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Milana Gafar menjelaskan bahwa ketidaktahuan terkait regulasi mandiri dalam menyimpan obat kerap memicu hilangnya efektivitas zat aktif obat tersebut.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved