Kabupaten Dharmasraya

Wagub Sumbar Vasko dan Bupati Dharmasraya Annisa Lobi Bappenas, Perjuangkan Proyek Rp 3,2 Triliun

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bergerak cepat menggalang dukungan pusat

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pemkab Dharmasraya
EKONOMI DHARMASRAYA - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bergerak cepat menggalang dukungan pusat demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy dan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyambangi Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI di Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dharmasraya ajukan tol penghubung JTTS ke Bappenas RI.
  • Kawasan industri sawit 500 hektare disiapkan di Sungai Duo.
  • Investasi Rp3,2 triliun diproyeksi masuk ke Dharmasraya.
  • Tol baru diklaim pangkas biaya logistik hingga 30 persen.
  • Vasko sebut Dharmasraya calon hub ekonomi baru Sumbar.

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bergerak cepat menggalang dukungan pusat demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Langkah strategis ini ditandai dengan pengajuan proposal pembangunan berskala masif ke tingkat kementerian.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy dan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyambangi Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI di Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Kedatangan mereka bertujuan melobi pemerintah pusat agar memberikan lampu hijau bagi sejumlah proyek infrastruktur dan industri di daerah tersebut.

Dalam pertemuan formal tersebut, jajaran pimpinan daerah dari Sumatera Barat ini diterima langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Kehadiran menteri mempertegas urgensi dari agenda yang dibawa oleh delegasi daerah.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Raya Padang Naik Jelang Idul Adha, Bawang Merah Ikut Merangkak

Tidak hanya berdua, diplomasi pembangunan ini juga diperkuat oleh kehadiran Bupati Sijunjung Benny Dwifa serta Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison.

Sinergi antar-kepala daerah ini memperlihatkan adanya kesamaan visi dalam memajukan kawasan lintas batas kabupaten.

Fokus utama dari audiensi kali ini adalah memperjuangkan agar Kabupaten Dharmasraya dapat diakomodasi ke dalam daftar Program Strategis Nasional (PSN). Status PSN dinilai krusial untuk memangkas hambatan birokrasi dan mempercepat kucuran anggaran.

Selain status PSN, agenda yang tidak kalah berbobot adalah pengajuan pembangunan jalan tol penghubung (feeder toll). Jalur bebas hambatan ini direncanakan bakal menyambungkan wilayah Dharmasraya langsung dengan jaringan raksasa Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Pemerintah daerah melihat, tanpa adanya intervensi infrastruktur modern, potensi ekonomi di Sumbar bagian timur akan sulit melompat lebih tinggi. Konektivitas logistik dan hilirisasi industri berbasis perkebunan menjadi dua pilar utama yang hendak ditegakkan.

Baca juga: Dies Natalis ke-42 UT Padang Gelar PKM Kebencanaan di Guguak Malalo, Terdampak Banjir Bandang

Di hadapan Menteri PPN, Bupati Annisa memaparkan cetak biru pembangunan Kawasan Industri Terintegrasi Sawit dan Agro Dharmasraya. Proyek mercusuar ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 500 hektare yang berlokasi di Nagari Sungai Duo.

Kawasan industri tersebut nantinya didesain secara khusus untuk menyerap hasil perkebunan lokal. Mulai dari pemrosesan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), industri oleokimia derivatif, hingga pabrik pengolahan pakan ternak massal.

Berdasarkan kalkulasi matang, Annisa memproyeksikan megaproyek kawasan industri ini mampu memikat investasi masuk hingga mencapai Rp 3,2 triliun. Angka yang fantastis ini diyakini bakal menjadi stimulus besar bagi produk domestik regional bruto daerah.

Dampak sosialnya pun tidak main-main karena proyeksi serapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 2.500 orang. Hal ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.

Terkait dengan aksesibilitas, Pemkab Dharmasraya mengusulkan jalur feeder toll sepanjang kurang lebih 139 kilometer. Jalur ini akan membentang dari Koto Baru di Dharmasraya menuju titik ikat Tol Rengat–Pekanbaru yang berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Baca juga: Bupati JKA Minta Penguatan UKS Demi Wujudkan Sekolah Sehat di Padang Pariaman

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved