Gunung Marapi Erupsi

Erupsi Gunung Marapi Meledak 22 Kali Selama Dua Bulan, Kolom Abu Tembus 3.000 Meter ke Langit

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi mencatat sebanyak 22 kejadian erupsi Marapi sepanjang Januari hingga Februari 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pos PGA Bukittinggi
ERUPSI GUNUNG MARAPI - Kolom abu membumbung tinggi dari puncak Gunung Marapi saat terjadi erupsi pada Selasa (3/3/2026) pukul 02.19 WIB. Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi catat 22 kejadian erupsi Marapi sepanjang Januari hingga Februari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Erupsi Marapi tercatat 22 kali sepanjang Januari–Februari 2026, Pos PGA Bukittinggi rinci waktu dan tinggi kolom abu.
  • Februari jadi bulan dengan kejadian terbanyak, dalam sehari bisa tiga kali erupsi.
  • Kolom abu pada 5 Februari tembus 3.000 meter, tertinggi tahun ini.
  • Gunung Marapi masih berstatus Level II (Waspada) dan terus dipantau hingga Maret 2026.

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi mencatat sebanyak 22 kejadian erupsi Marapi sepanjang Januari hingga Februari 2026.

Diketahui, saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dan masih erupsi hingga bulan Maret 2026.

Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengatakan bahwa sejak Januari sampai Februari, erupsi Gunung Marapi tercatat 24 kali.

"Total 22 kejadian, di bulan Januari sebanyak 10 kali dan Februari 12 kali," ungkapnya saat dikonfirmasi Rabu (4/3/2026).

Baca juga: BNPB Cairkan Rp5,2 Miliar Bantuan Stimulan Rumah Rusak untuk Warga Sumbar

Erupsi Marapi Bulan Januari

Erupsi pertama berlangsung pada 6 Januari 2026, sekira pukul 04:58 WIB. Tinggi kolom abu yang dihasilkan dari erupsi ini terhitung 250 meter di atas puncak.

Disusul erupsi kedua tanggal 7 Januari 2026 pada pukul 01:23 WIB, namun kolom abu tidak teramati lantaran tertutup kabut.

Sama halnya, erupsi Gunung Marapi ketiga terjadi pada 8 Januari 2026, pukul 08:41 WIB juga tertutup kabut.

"Erupsi keempat dan kelima berlangsung pada 13-14 Januari 2026. Pada tanggal 13, kolom abu tertutup kabut, sedangkan pada 14 teramati setinggi 1.600 meter di atas puncak," ucapnya.

Berselang empat hari, Gunung Marapi Sumbar kembali erupsi pada tanggal 18-19 Januari 2026. Pada tanggal 18, ketinggian kolom abu terpantau 300 meter di atas puncak.

Baca juga: Wajib Menang Lawan PSIM atau Angkat Koper dari Semen Padang, Dejan: Bagus Fokus ke Pertandingan

Namun untuk erupsi tanggal 19 Januari 2026, kolom abu tidak teramati lantaran tertutup kabut. Lalu, erupsi Marapi kembali terjadi pada 25 Januari 2026, kolom abu juga tak teramati.

Ahmad Rifandi melanjutkan, Gunung Marapi kembali erupsi pada 26 Januari 2026 sekira pukul 11:11 WIB, dengan ketinggian kolom abu 600 meter di atas puncak.

"Erupsi terakhir di bulan Januari 2026 terjadi pada tanggal 28 pukul 06:48 WIB, namun kolom abu tidak terpantau karena tertutup kabut," ucapnya.

Erupsi Marapi Bulan Februari

Erupsi Gunung Marapi meningkat pada bulan Februari 2026, dari 10 kejadian pada Januari meningkat ke 12.

Pada 5 Februari 2026, gunung Marapi Sumbar sudah batuk sebanyak tiga kali. Erupsi pertama pada pukul 11:27 WIB, kedua 18:19 WIB dan ketiga 22:25 WIB.

Erupsi pertama, ketinggian kolon abu tertutup kabut, sehingga tidak teramati oleh Pos PGA Bukittinggi. Sedangkan erupsi kedua tercatat 600 meter dan ketiga 3.000 meter di atas puncak.

Baca juga: Dampak Konflik Iran Bakal Picu Kenaikan Harga BBM, Akademisi UIN Imam Bonjol Padang Beri Peringatan

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved