Kebakaran Hutan
70 Persen Karhutla di Sumbar Dipicu Pembukaan Lahan, Dinas Kehutanan Minta Warga Setop Membakar
kebakaran umumnya terjadi setelah proses pembersihan lahan yang dilakukan dengan cara membakar sisa-sisa vegetasi.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Dinas Kehutanan Sumbar ungkap 70 persen karhutla berawal dari perladangan warga.
- Pembakaran sisa vegetasi saat buka lahan disebut jadi pemicu utama kebakaran.
- Api kecil yang tak terpantau bisa cepat meluas saat cuaca kering dan berangin.
- Kebakaran dekat Puncak Gagoan diduga bermula dari aktivitas perladangan masyarakat.
- Hotspot muncul di sejumlah daerah, warga diminta hentikan pembukaan lahan dengan membakar.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat mengungkap mayoritas kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu masih dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan masyarakat.
Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Ferdinal Asmin, mengatakan berdasarkan temuan dan evaluasi yang dilakukan pihaknya, sekitar 70 persen titik kebakaran berada di area perladangan masyarakat.
Menurutnya, kebakaran umumnya terjadi setelah proses pembersihan lahan yang dilakukan dengan cara membakar sisa-sisa vegetasi.
"Hampir 70 persen kebakaran hutan itu berada titiknya di lahan perladangan masyarakat. Nah 70 persen ini diakibatkan karena mereka sesudah membuka lahan, pembersihan lahan dilakukan dengan membakar sisa-sisa pembersihannya," kata Ferdinal Asmin saat diwawancarai, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan kerap tidak terpantau dengan baik. Ketika kondisi cuaca kering dan disertai angin kencang, api dapat dengan cepat merambat ke area lain dan memicu kebakaran yang lebih luas.
Baca juga: Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini Jumat 5 Juni 2026, Bukittinggi Wilayah dengan Suhu Terendah
"Sisa-sisa pembersihan ini kadang-kadang tidak terpantau dan pada wilayah-wilayah yang rawan kebakaran, tiupan angin sering tidak terprediksi," ujarnya.
Ferdinal mencontohkan kejadian kebakaran yang baru-baru ini terjadi di sekitar Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, dekat kawasan wisata Puncak Gagoan.
Menurutnya, kebakaran tersebut juga diduga berawal dari aktivitas perladangan masyarakat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga bersama kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
"Apinya memang berawal dari perladangan masyarakat. Sudah dipadamkan oleh masyarakat dan Masyarakat Peduli Api yang ada di lokasi," katanya.
Dinas Kehutanan Sumbar saat ini masih melakukan pendataan terkait luas lahan yang terbakar. Berdasarkan perkiraan awal, area yang terdampak mencapai sekitar satu hektare.
Baca juga: 3 BERITA POPULER PADANG: Harga Plastik Melejit, Kepulangan Jemaah Haji dan Proyektil Peluru Nyasar
Selain mengantisipasi kebakaran yang telah terjadi, pihaknya juga terus memantau kemunculan hotspot melalui sistem pemantauan Sipongi.
Sejumlah titik panas terdeteksi di wilayah Pesisir Selatan dan Pasaman Barat, terutama di kawasan perkebunan.
Menghadapi musim kemarau, Ferdinal mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
"Kita harapkan masyarakat dalam masa musim kemarau panjang ini tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar," tegasnya.
Ia juga meminta tokoh masyarakat, pemerintah nagari, kelompok Masyarakat Peduli Api, hingga perusahaan perkebunan untuk aktif mengingatkan dan mengawasi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Baca juga: Modus Licik Kelangkaan Solar di Sumbar: Tangki Siluman, Plat Ganda hingga Tambang Ilegal
Karhutla Sumbar
Darurat Karhutla
karhutla
Dinas Kehutanan Sumatera Barat
Dinas Kehutanan
Kebakaran lahan
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Solar Tersedot ke PETI, Bahaya Rupiah Melemah dan Aksi Pencuri di Pasbar |
|
|---|
| Dampak Rupiah Melemah, Harga Plastik di Pasar Raya Padang Tembus Rp48 Ribu Sekilo |
|
|---|
| Peluru Nyasar di Kampus UNP Masih Diselidiki, Kodam XX/TIB Tunggu Hasil Uji Balistik Proyektil |
|
|---|
| Peluru Nyasar di UNP Diduga Berasal dari Senjata Laras Panjang TNI dengan Jarak 800 Meter |
|
|---|
| Dua Orang Kena Peluru Nyasar di UNP Diduga Berasal dari Lapangan Latihan Tembak TNI Kawasan Lapai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Dinas-Kehutanan-Provinsi-Sumatdtla-di-dmasyarakat.jpg)