Gunung Marapi Erupsi

Breaking News: Marapi Sumbar Erupsi Lagi di Awal Juni 2026, Puncak Gunung Ditutupi Kabut

Ahmad Rifandi menjelaskan, untuk ketinggian kolom abu dari erupsi Gunung Marapi Sumbar kali ini tidak teramati lantaran tertutup kabut.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/PGA Bukittinggi
ERUPSI GUNUNG MARAPI - Visualisasi Gunung Marapi di Sumatera Barat saat terjadi erupsi, Selasa (2/6/2026) pagi. Tinggi kolom abu erupsi Gunung Marapi tidak teramati lantaran tertutup kabut. 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Marapi Sumbar kembali erupsi pada Selasa (2/6/2026) malam sekitar pukul 19.56 WIB.
  • Ketinggian kolom abu erupsi kali ini tidak dapat teramati karena puncak gunung tertutup kabut tebal.
  • Erupsi Gunung Marapi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 4.1 mm.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Selasa (2/6/2026) malam sekitar pukul 19.56 WIB.

Meski terekam di seismogram dengan durasi sekitar 2 menit 40 detik, ketinggian kolom abu erupsi kali ini tidak dapat teramati karena puncak gunung tertutup kabut tebal.

Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengatakan bahwa erupsi Gunung Marapi tersebut tepatnya terjadi sekitar pukul 19.56 WIB.

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada pukul 19.56 WIB," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Ahmad Rifandi menjelaskan, untuk ketinggian kolom abu dari erupsi Gunung Marapi Sumbar kali ini tidak teramati lantaran tertutup kabut.

Namun kata dia, erupsi Gunung Marapi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 4.1 mm.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 4.1 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 40 detik," tutupnya.

Baca juga: Hendak ke Ladang, Warga Akabiluru Limapuluh Kota Kaget Temukan Mayat Tergantung di Pohon

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG https://vsi.esdm.go.id, website Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau melalui media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram @pvmbg_).

Gunung Marapi 6 Kali Meletus Selama Mei 2026

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi mencatat 6 letusan Gunung Marapi sepanjang Mei 2026.

Sementara sepanjang 2026 terjadi 47 kali letusan Gunung Marapi yang pernah tercatat, mengutip magma.esdm.go.id.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved