Gunung Marapi Erupsi

Gunung Marapi Erupsi Lagi Rabu Siang, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius 3 Km

Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali erupsi pada Rabu (13/5/2026) siang.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/PVMBG
ERUPSI GUNUNG MARAPI - Visualisasi Gunung Marapi di Sumatera Barat saat terjadi erupsi, Rabu (13/5/2026) pukul 12.53 WIB. Tinggi kolom abu erupsi Gunung Marapi tidak teramati lantaran tertutup kabut. 
Ringkasan Berita:
  • Gunung Marapi kembali erupsi Rabu siang, warga diminta waspada.
  • Erupsi terjadi 30 detik, kolom abu tak terlihat karena kabut tebal.
  • Aktivitas Marapi terekam di seismogram dengan amplitudo 25 mm.
  • PVMBG larang warga dan pendaki masuk radius 3 Km dari kawah.
  • Ancaman lahar dan hujan abu masih mengintai kawasan sekitar Marapi.

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali erupsi pada Rabu (13/5/2026) siang.

Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengatakan bahwa erupsi Gunung Marapi tersebut terjadi sekira pukul 12.53 WIB.

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 13 Mei 2026 pukul 12.53 WIB," katanya dalam keterangan tertulis.

Kata Ahmad Rifandi, ketinggian kolom abu dari kedua erupsi Gunung Marapi Sumbar pada Kamis siang ini, tidak teramati lantaran tertutup kabut.
 
Akan tetapi, erupsi Gunung Marapi Sumbar tersebut, tercatat dengan durasi kurang lebih 30 detik.

Baca juga: Satpol PP Padang Tertibkan PKL Membandel, Kursi hingga Timbangan Besi Disita

"Erupsi Gunung Marapi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 30 detik," tambahnya.

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

Masyarakat yang bermukim di sekitar lemba atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Baca juga: Sumbar Masuk Fase Ageing Population, Jumlah Lansia Melonjak Drastis

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG https://vsi.esdm.go.id, website Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau melalui media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram @pvmbg_). (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved