Gunung Marapi Erupsi

Gunung Marapi Erupsi Pagi Ini, Durasi Dentuman 39 Detik, Warga Agam dan Tanah Datar Waspada Lahar

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, Ahmad Rifandi, melalui keterangan resmi menyampaikan bahwa erupsi tersebut terekam

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/PVMBG
ERUPSI GUNUNG MARAPI - Visualisasi puncak Gunung Marapi Sumbar dari kamera pengawas Pos PGA Bukittinggi, Kamis (23/4/2026). Aktivitaa letusan terakam selama 39 detik dengan kolom abu yang tidak teramati dari arah pos karena tertutup kabut. 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Marapi erupsi pagi hari pukul 05.10 WIB, kolom abu tak terlihat
  • Aktivitas terekam seismogram, durasi 39 detik, amplitudo 25,4 mm
  • Status masih Level II, warga diminta jauhi radius 4,5 km
  • Potensi lahar mengintai saat hujan di aliran sungai sekitar
  • Warga diminta waspada, ikuti arahan resmi dan hindari hoaks

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI – Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Kamis (23/4/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.10 WIB, namun tinggi kolom abu dari letusan tidak dapat teramati.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, Ahmad Rifandi, melalui keterangan resmi menyampaikan bahwa erupsi tersebut terekam jelas melalui alat seismogram.

“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pada pukul 05.10 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25,4 mm dan durasi kurang lebih 39 detik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, meskipun kolom abu tidak terlihat secara visual, aktivitas vulkanik Gunung Marapi masih tergolong aktif dan perlu diwaspadai. Hingga saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada).

Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat di sekitar kawasan gunung, termasuk pendaki dan wisatawan, diminta untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek.

Baca juga: Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini 23 April 2026, Kota Padang Berawan dan Bukittinggi Hujan

“Rekomendasi ini harus dipatuhi demi keselamatan bersama, mengingat potensi erupsi masih dapat terjadi sewaktu-waktu,” jelasnya.

Selain ancaman erupsi, Ahmad Rifandi juga mengingatkan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, maupun bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan.

Menurutnya, material vulkanik yang terbawa air hujan berpotensi memicu banjir lahar yang dapat mengancam keselamatan warga di wilayah hilir.

Di sisi lain, jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Warga juga disarankan menggunakan pelindung tambahan untuk menjaga kesehatan mata dan kulit.

Baca juga: 3 BERITA POPULER PADANG: Pencarian Bocah Hanyut Nihil, Mengubah Limbah Plastik dan Truk Rusak

“Selain itu, masyarakat perlu mengamankan sumber air bersih dari kontaminasi abu vulkanik, serta membersihkan atap rumah jika terjadi penumpukan abu yang cukup tebal agar tidak membahayakan struktur bangunan,” katanya.

Pihak PGA juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga situasi yang kondusif dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks.

“Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemerintah daerah di wilayah sekitar Gunung Marapi, seperti Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, diminta untuk terus menjalin koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved