Gunung Marapi Erupsi

Breaking News: Gunung Marapi Kembali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu 1,6 Km Condong ke Timur Laut

“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27,8 mm dan durasi sementara sekitar 30 detik,” ujar Ahmad Rifandi dalam keterangan resminya.

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/PGA Bukittinggi
ERUPSI GUNUNG MARAPI- GGunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Jumat (16/4/2026) pagi sekitar pukul 08.43 WIB. Gunung api di Sumatera Barat itu kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.600 meter di atas puncak, sementara status masih berada pada Level II (Waspada). 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Marapi Sumbar mengalami erupsi pada Jumat (16/4/2026) pagi.
  • Erupsi terjadi pada pukul 08.43 WIB.
  • Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur laut.
  • Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27,8 mm dan durasi sementara sekitar 30 detik.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Jumat (16/4/2026) pagi sekitar pukul 08.43 WIB.

Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.600 meter di atas puncak atau sekitar kurang lebih 4.491 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, Ahmad Rifandi, mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur laut.

“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27,8 mm dan durasi sementara sekitar 30 detik,” ujar Ahmad Rifandi dalam keterangan resminya.

Ia menyampaikam bahwa masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan.

Baca juga: Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Pesisir Selatan Sumbar Pagi Ini

Gunung Marapi saat ini masih berada pada Status Level II (Waspada). Dalam kondisi tersebut, masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.

Selain potensi erupsi susulan, warga yang bermukim di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi juga diminta mewaspadai ancaman lahar, terutama saat terjadi hujan.

Material vulkanik yang terbawa air berpotensi menimbulkan bencana sekunder yang berbahaya.

Ahmad Rifandi turut mengingatkan masyarakat agar melindungi diri dari dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Kamis 16 April 2026: Pagi Berpotensi Hujan di Sijunjung dan Dharmasraya

“Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Marapi diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, serta perlengkapan lain seperti kacamata untuk melindungi mata dan kulit,” katanya.

Ia juga menyarankan warga untuk mengamankan sumber air bersih dari paparan abu vulkanik.

Selain itu, abu yang menumpuk di atap rumah perlu segera dibersihkan untuk menghindari beban berlebih yang dapat menyebabkan atap roboh.

Di sisi lain, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Seluruh pihak diharapkan menjaga kondusivitas serta hanya mengacu pada informasi resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Polisi Jaga Fly Over Sitinjau Lauik, Cadangan Listrik dan Banjir Pasaman

“Jangan menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas berwenang,” tegasnya.

"Hingga kini, pemantauan terus dilakukan secara intensif guna mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik selanjutnya," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved