Gunung Marapi Erupsi
Waspada Lahar Dingin Marapi Saat Hujan, Petugas Rekam Durasi Letusan Terpanjang 201 Detik
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Gunung Marapi
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Aktivitas Gunung Marapi tercatat masih berlangsung sejak awal 2026 hingga akhir Maret.
- Pos PGA Bukittinggi merekam puluhan letusan dengan amplitudo dan durasi berbeda.
- Salah satu letusan bahkan mencapai durasi 201 detik.
- Petugas mengingatkan warga waspada potensi lahar dingin saat hujan.
- Status Marapi masih Level II, warga diminta menjauhi radius 3 km dari kawah.
TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI – Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Gunung Marapi menyusul terekamnya durasi letusan terlama pada Maret 2026.
Ancaman aliran lahar dingin kini menjadi perhatian utama, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung saat cuaca ekstrem melanda.
Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat tercatat masih berlangsung dinamis sejak awal tahun 2026 hingga Kamis (26/3/2026).
Data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi menunjukkan, puluhan gempa letusan terjadi dengan variasi amplitudo, durasi, hingga tinggi kolom abu yang fluktuatif.
Petugas PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa aktivitas Marapi sudah terlihat sejak awal Januari 2026 dan terus berlanjut hingga saat ini.
Baca juga: Ketua Komisi II DPRD Sumbar Desak Dinas Pangan Awasi Dapur MBG, Jaga Gizi Anak dan Kualitas Makanan
“Sejak Januari, aktivitas letusan sudah mulai terekam dengan amplitudo kecil hingga sedang. Beberapa di antaranya bahkan disertai kolom abu yang teramati,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Pada Januari 2026, aktivitas letusan terjadi secara sporadis. Tercatat pada 6 Januari, letusan memiliki amplitudo 3,1 mm dengan durasi 35 detik dan kolom abu setinggi 250 meter. Aktivitas kemudian berlanjut pada 7 dan 8 Januari, meski tinggi kolom tidak teramati akibat kabut.
Puncak aktivitas Januari terjadi pada pertengahan bulan. Pada 13 Januari, amplitudo letusan mencapai 30,3 mm dengan durasi 35 detik. Sehari berselang, pada 14 Januari, kolom abu teramati mencapai 1.600 meter di atas puncak, menjadi salah satu letusan tertinggi pada periode tersebut.
Aktivitas kembali tercatat pada 18 Januari dengan durasi cukup lama mencapai 145 detik, serta kolom abu setinggi 300 meter. Hingga akhir bulan, letusan masih terjadi, termasuk pada 25, 26, dan 28 Januari dengan amplitudo yang tetap relatif tinggi, meskipun sebagian besar kolom abu tidak teramati karena cuaca berkabut.
Memasuki Februari 2026, intensitas aktivitas meningkat. Pada 5 Februari, terjadi tiga kali letusan dalam satu hari. Salah satu letusan bahkan menghasilkan kolom abu hingga 3.000 meter, dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan durasi 87 detik.
Baca juga: Mobil vs Motor di Kelok Pinyaram Padang Pariaman, Pemotor Alami Putus Kaki
“Awal Februari cukup signifikan karena terjadi beberapa letusan beruntun dalam satu hari dengan energi yang cukup besar,” kata Rifandi.
Aktivitas kemudian berlanjut pada 8, 9, dan 10 Februari dengan amplitudo bervariasi. Meski sebagian besar kolom abu tidak teramati, gempa letusan tetap terekam dengan durasi puluhan detik.
Pada pertengahan hingga akhir Februari, aktivitas masih terjadi, di antaranya pada 18 dan 19 Februari dengan amplitudo mendekati 30 mm. Selain itu, pada 22 Februari tercatat dua kali letusan dalam satu hari, diikuti letusan pada 23 Februari dengan amplitudo 11,7 mm.
Memasuki Maret 2026, aktivitas Gunung Marapi masih berlanjut. Pada 1 dan 3 Maret, amplitudo letusan kembali berada di kisaran 30 mm dengan durasi cukup lama, masing-masing 68 detik dan 86 detik.
| Gunung Marapi Meletus Puluhan Kali hingga Maret 2026, Kolom Abu Capai 3.000 Meter, Warga Waspada |
|
|---|
| Gunung Marapi Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan |
|
|---|
| Gunung Marapi Sumbar Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Kolom Abu Tidak Teramati Karena Kabut |
|
|---|
| Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Sore Ini, Kolom Abu Tertutup Kabut |
|
|---|
| Breaking News: Gunung Marapi Sumbar Erupsi pada H+4 Lebaran, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/PGA-Bukittinggi-dan-WA-Grupds.jpg)