Bencana Sumbar

BNPB Cairkan Rp5,2 Miliar Bantuan Stimulan Rumah Rusak untuk Warga Sumbar

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyalurkan dana bantuan stimulan rumah rusak senilai total Rp 5,28 miliar bagi warga

Tayang:
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/BNPB
BANTUAN BENCANA SUMBAR - Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto (kelima kanan) dan Bupati Tanah Datar, Eka Putra (keenam kanan) berfoto bersama warga penerima bantuan Tahap II untuk perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi Sumatra di Batusangkar, Tanah Datar, Sumatra Barat, pada Selasa, 3 Maret 2026. Untuk Kabupaten Tanah Datar, bantuan diberikan pada 126 kepala keluarga (KK) penerima, dengan nilai bantuan mencapai Rp2,865 miliar 

Ringkasan Berita:
  • BNPB salurkan bantuan stimulan tahap II di Tanah Datar, 126 KK terima Rp2,865 miliar.
  • Total 19 kabupaten/kota di tiga provinsi masuk daftar penyaluran lanjutan.
  • Kepala BNPB pastikan tak ada lagi warga Sumbar tinggal di tenda pengungsian.
  • Pemerintah percepat pembangunan Huntap, tak tunggu Huntara selesai.
  • Program Desa Tangguh Bencana disebut berperan tekan risiko korban jiwa.

TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR - Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyalurkan dana bantuan stimulan rumah rusak senilai total Rp 5,28 miliar bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar dan Pesisir Selatan, Selasa (3/3/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari penyaluran tahap kedua yang menyasar wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tahap pertama telah dilaksanakan secara serentak di 25 kabupaten/kota pada Februari lalu.

Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan stimulan rumah rusak ini merata di 19 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut. Di Tanah Datar sendiri, sebanyak 126 kepala keluarga (KK) menerima kucuran dana segar untuk memperbaiki hunian mereka yang terdampak bencana.

“Ini merupakan tahap kedua penyaluran bantuan. Tahap pertama telah dilaksanakan secara serentak di 25 kabupaten/kota pada Februari lalu. Saat ini, bantuan disalurkan kepada 19 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut,” ujar Suharyanto di Kantor Bupati Tanah Datar, lewat keterangan resmi Rabu (4/3/2026).

Khusus di Sumatera Barat,  bantuan Tahap II ini diserahkan kepada warga korban bencana di dua kabupaten/kota, yaitu:Tanah Datar dan Pesisir Selatan. Untuk Kabupaten Tanah Datar, bantuan diberikan pada 126 kepala keluarga (KK) penerima, dengan nilai bantuan mencapai Rp2,865 miliar.

Baca juga: Wajib Menang Lawan PSIM atau Angkat Koper dari Semen Padang, Dejan: Bagus Fokus ke Pertandingan

Adapun untuk Kabupaten Pesisir Selatan, bantuan diberikan pada 103 KK dengan nilai bantuan total senilai Rp2,415 miliar.

Dengan demikian, seluruh 14 kabupaten/kota terdampak di Provinsi Sumatera Barat telah menerima bantuan stimulan untuk rumah rusak kategori ringan dan sedang.

“Tentu saja ini bukan yang terakhir. Apabila nanti ada penambahan data yang diajukan, kami akan salurkan pada tahap berikutnya. Ini adalah bentuk komitmen dan tanggung jawab pemerintah,” tegas Suharyanto.

Pemerintah memberikan beragam bentuk bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Untuk rumah rusak ringan dan sedang, diberikan bantuan stimulan perbaikan rumah. Sementara itu, bagi rumah rusak berat, penanganan dilakukan melalui skema pembangunan hunian sementara (Huntara) serta pemberian dana tunggu hunian (DTH).

Baca juga: Polresta Padang Razia Petasan di Pasar Raya, Polisi Sita Barang Bukti Demi Kenyamanan Ramadan

Kepala BNPB memastikan bahwa di Provinsi Sumatera Barat saat ini tidak ada lagi pengungsi yang bertahan di tenda pengungsian.

“Semuanya telah menempati Huntara atau tinggal bersama keluarga/saudara sambil menerima DTH,” katanya.

Lebih lanjut, Suharyanto menyatakan bahwa fokus penanganan saat ini di Sumatera Barat adalah pembangunan hunian tetap (Huntap).

Beberapa kabupaten/kota telah membangun Huntap secara terpusat dengan kerja sama berbagai lembaga dan kementerian. Sedangkan Huntap in situ (dibangun di lokasi rumah lama) akan ditangani langsung oleh BNPB.

“Pembangunan ini tidak menunggu Huntara selesai sepenuhnya, melainkan berjalan paralel. Masyarakat yang telah mengajukan lahan dapat segera dibangunkan hunian tetap,” ujarnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved