Kemiskinan di Sumbar
312 Ribu Warga Sumbar Masih Miskin, Pengeluaran Rokok Kalahkan Telur Ayam dan Daging
Sebanyak 312 ribu warga Sumatera Barat (Sumbar) masih tercatat berada dalam kategori miskin per Maret 2025.
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- 312 ribu warga Sumbar masih masuk kategori miskin per Maret 2025, meski angka kemiskinan tercatat menurun.
- Data pengeluaran menunjukkan rokok menjadi komoditas terbesar kedua setelah beras.
- Pengeluaran rokok bahkan melampaui telur ayam, daging ayam, dan ikan.
- Di perdesaan, kontribusi rokok terhadap garis kemiskinan lebih tinggi dibanding perkotaan.
- Fakta ini mengungkap pola konsumsi rumah tangga miskin yang jarang disorot.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebanyak 312 ribu warga Sumatera Barat (Sumbar) masih tercatat berada dalam kategori miskin per Maret 2025.
Data terbaru menunjukkan fakta lain yang ikut membentuk kondisi tersebut, yakni besarnya pengeluaran rokok yang melampaui pengeluaran sejumlah sumber pangan penting seperti telur ayam dan daging.
Jumlah warga miskin Sumbar dikutip dari data BPS Sumbar (27/1/2026) pada Maret 2025 tercatat sebanyak 312,35 ribu orang atau setara 5,35 persen dari total penduduk.
Angka ini memang mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, namun struktur pengeluaran rumah tangga miskin memperlihatkan pola konsumsi yang menarik.
Dalam komponen Garis Kemiskinan, rokok kretek filter tercatat sebagai salah satu komoditas dengan kontribusi besar terhadap pengeluaran penduduk miskin.
Baca juga: Gunung Marapi Erupsi Kemaren, Simak Kondisi Cuaca Lereng hingga Puncak 11 Wilayah Rawan Hari Ini
Di wilayah perkotaan, rokok menyumbang 12,39 persen terhadap Garis Kemiskinan, sementara di wilayah perdesaan angkanya bahkan mencapai 14,29 persen.
Besarnya kontribusi rokok tersebut melampaui pengeluaran beberapa komoditas pangan sumber protein.
Telur ayam ras, misalnya, hanya menyumbang 4,00 persen terhadap Garis Kemiskinan di perkotaan dan 3,27 persen di perdesaan.
Daging ayam ras tercatat memberi sumbangan 3,34 persen di perkotaan dan 3,12 persen di perdesaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pengeluaran rokok pada rumah tangga miskin berada jauh di atas pengeluaran untuk telur dan daging ayam.
Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan Laporkan SPT Tahunan via Coretax Lebih Awal
Bahkan jika digabung, kontribusi telur ayam dan daging ayam masih berada di bawah kontribusi rokok terhadap Garis Kemiskinan.
Selain telur dan daging ayam, ikan tongkol, tuna, dan cakalang juga tercatat menyumbang 3,58 persen di perkotaan dan 3,15 persen di perdesaan.
Angka ini tetap lebih rendah dibandingkan kontribusi rokok dalam struktur pengeluaran rumah tangga miskin di Sumatera Barat.
Sementara itu, beras masih menjadi komoditas dengan sumbangan terbesar terhadap Garis Kemiskinan.
Di wilayah perkotaan, beras menyumbang 22,48 persen, sedangkan di perdesaan mencapai 26,19 persen. Posisi beras diikuti oleh rokok sebagai komoditas dengan kontribusi terbesar kedua.
Baca juga: Cuaca Bukittinggi Selasa 27 Januari 2026 Diprediksi Cerah Berawan hingga Berawan Seharian
Angka kemiskinan
Angka Kemiskinan di Sumbar
garis kemiskinan
warga miskin
Keluarga Miskin
penyebab kemiskinan
BPS Sumbar
| 76 Persen Pendapatan Penduduk Miskin Sumbar Hanya untuk Makan, Harga Beras Jadi Pemicu Utama |
|
|---|
| Beban Pendidikan Lebih Menghimpit Warga Miskin Kota di Sumatera Barat Dibanding di Desa |
|
|---|
| Garis Kemiskinan Sumbar Naik, Keluarga Berpengeluaran di Bawah Rp4 Juta Kini Masuk Kategori Miskin |
|
|---|
| Rokok Jadi Beban Rakyat Miskin Sumatera Barat, Pengeluaran Lampaui Telur dan Cabai |
|
|---|
| Angka Kemiskinan Sumbar Turun Menjadi 5,31 Persen, Namun Jumlah Warga Miskin di Desa Malah Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/312-ribu-warga-Sumbar-masih-masddontribusi-rokok-terdkotaand.jpg)