Provinsi Sumatera Barat

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ingatkan Bupati dan Wali Kota Berantas Pungli di Objek Wisata

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan bupati dan wali kota se-Sumbar untuk meningkatkan pengawasan

Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
IDUL ADHA 2026- Gubernur Mahyeldi Ansharullah saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026). Ia mengimbau bupati dan wali kota menertibkan pungli serta aksi premanisme di objek wisata demi menjaga kenyamanan pengunjung. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sumbar soroti pungli dan premanisme di objek wisata
  • Video cekcok di Pantai Padang picu perhatian publik
  • Mahyeldi minta kepala daerah perketat pengawasan wisata
  • Parkir dan tarif diminta jelas demi kenyamanan pengunjung
  • Kepala daerah diminta turun langsung jika kasus kembali terjadi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan bupati dan wali kota se-Sumbar untuk meningkatkan pengawasan terhadap praktik pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme di objek wisata.

Hal ini disampaikan Mahyeldi menyusul beredarnya video cekcok antara pengunjung dengan seorang pria yang diduga warga setempat di kawasan objek wisata Pantai Padang, Senin (27/4/2026).

Mahyeldi menegaskan, aspek hospitality atau pelayanan kepada wisatawan harus menjadi perhatian utama di seluruh objek wisata di Sumatera Barat.

"Ini yang kita pesankan kepada bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, yang pertama sekali hospitality di objek-objek wisata," ujarnya saat diwawancarai TribunPadang.com di Kantor Gubernur Sumbar.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan pengelolaan parkir yang dinilai harus tertata dengan baik dan berada dalam pengawasan yang jelas.

Baca juga: Sebut Nama Rama dan Zul, Ayah Pengamen Tewas Orasi di Satpol PP Padang: Mana Pembunuh Karim?

"Termasuk adalah persoalan perparkiran. Itu semuanya harus terkelola, terkontrol secara baik," katanya.

Mahyeldi menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan praktik premanisme di kawasan wisata, karena hal tersebut dapat merusak citra pariwisata daerah.

"Kemudian juga harus dikendalikan pihak-pihak yang melakukan premanisme," tegasnya.

Ia mengungkapkan, imbauan tersebut sebenarnya telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah di Sumbar menjelang Lebaran lalu. 

Namun, jika masih terjadi kasus serupa, maka kepala daerah diminta turun tangan langsung untuk mengendalikan situasi.

Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket Bioskop di Kota Padang Hari Ini: Ada Songko dan Para Perasuk

"Kalau masih ada kejadian-kejadian seperti ini, bupati atau wali kotanya harus mampu mengendalikan itu," ungkapnya.

Menurut Mahyeldi, kenyamanan pengunjung menjadi faktor utama dalam mendukung sektor pariwisata. 

Oleh karena itu, kejelasan harga, termasuk tarif parkir dan layanan wisata, juga harus diperhatikan.

"Sebab kenyamanan pengunjung, kemudian terkait harga dalam hal-hal wisata tentu juga harus jelas," ujarnya.

Ia menambahkan, kepala daerah diminta benar-benar aktif melakukan pengawasan dan pengendalian, guna menciptakan suasana yang aman dan kondusif di objek wisata.

"Oleh karena itu kita arahkan kepala daerah betul-betul untuk mengawasi ini, mengontrol ini, dan kemudian juga menciptakan suasana yang kondusif di daerahnya, termasuk juga di objek-objek wisata," tutupnya. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved