Kemiskinan di Sumbar
76 Persen Pendapatan Penduduk Miskin Sumbar Hanya untuk Makan, Harga Beras Jadi Pemicu Utama
BPS Sumbar Sabtu (14/2/2026) menunjukkan 76,36 persen pengeluaran penduduk miskin di Sumbar digunakan untuk konsumsi pangan,
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- 76,36 persen pengeluaran penduduk miskin Sumbar habis untuk makanan, membuat mereka sangat sensitif terhadap kenaikan harga pangan.
- Jumlah penduduk miskin tercatat 312,30 ribu orang atau 5,31 persen pada September 2025, dengan tren turun tipis dari Maret 2025.
- Kemiskinan di perdesaan justru naik, sementara di perkotaan turun pada periode yang sama.
- Beras, rokok, cabe merah, dan telur menjadi komoditas terbesar pembentuk garis kemiskinan.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pengeluaran penduduk miskin Sumatera Barat (Sumbar) tercatat masih didominasi kebutuhan makanan pada September 2025.
Mengutip data BPS Sumbar Sabtu (14/2/2026) menunjukkan 76,36 persen pengeluaran penduduk miskin di Sumbar digunakan untuk konsumsi pangan, sehingga perubahan harga bahan makanan berpengaruh langsung terhadap kondisi kemiskinan di daerah tersebut.
Pengeluaran Penduduk Miskin Sumbar juga berkaitan dengan jumlah penduduk miskin yang mencapai 312,30 ribu orang atau 5,31 persen pada September 2025. Angka ini turun 0,05 ribu orang dibandingkan Maret 2025.
Persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan turun dari 3,91 persen menjadi 3,75 persen, sedangkan di wilayah perdesaan naik dari 6,93 persen menjadi 7,03 persen pada periode yang sama.
Pengeluaran Penduduk Miskin Sumbar memperlihatkan peran komoditas makanan yang lebih besar dibandingkan komoditas bukan makanan dalam pembentukan garis kemiskinan.
Baca juga: Bruno Gomes Resmi Gabung Persis Solo, Target Bawa Klub Keluar dari Zona Merah
Sumbangan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar 76,36 persen, sementara komoditas bukan makanan menyumbang 23,64 persen.
Beras menjadi komoditas dengan sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan, yaitu 20,73 persen di perkotaan dan 25,29 persen di perdesaan.
Rokok kretek filter berada di urutan kedua dengan kontribusi 12,38 persen di perkotaan dan 12,25 persen di perdesaan.
Komoditas lainnya yang memengaruhi garis kemiskinan adalah cabe merah, telur ayam ras, tongkol, tuna, cakalang, daging ayam ras, bawang merah, dan roti.
Komoditas bukan makanan yang memberi kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan adalah perumahan, bensin, pendidikan, listrik, perlengkapan mandi, dan angkutan.
Baca juga: Arema FC Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC, Marcos Santos Soroti Transisi Cepat Kabau Sirah
Biaya perumahan menyumbang 6,38 persen di perkotaan dan 5,94 persen di perdesaan. Bensin menyumbang 3,14 persen di perkotaan dan 2,87 persen di perdesaan, sedangkan pendidikan menyumbang 3,06 persen di perkotaan dan 1,53 persen di perdesaan.
Garis kemiskinan di Sumbar pada September 2025 tercatat sebesar Rp776.517 per kapita per bulan. Nilai ini naik 6,40 persen dibandingkan Maret 2025 dan naik 8,61 persen dibandingkan September 2024.
Kenaikan garis kemiskinan juga terjadi di perkotaan sebesar 6,28 persen dan di perdesaan sebesar 6,55 persen pada periode Maret 2025 hingga September 2025.
Garis kemiskinan rumah tangga pada September 2025 tercatat sebesar Rp4.022.358 per rumah tangga per bulan dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin sebanyak 5,18 orang.
Nilai ini menggambarkan batas minimum pengeluaran rumah tangga agar tidak dikategorikan miskin.
Baca juga: Beban Pendidikan Lebih Menghimpit Warga Miskin Kota di Sumatera Barat Dibanding di Desa
garis kemiskinan Sumbar
garis kemiskinan
kemiskinan di Sumbar
penanggulangan kemiskinan
pengentasan kemiskinan
BPS Sumbar
Harga Beras
| Beban Pendidikan Lebih Menghimpit Warga Miskin Kota di Sumatera Barat Dibanding di Desa |
|
|---|
| Garis Kemiskinan Sumbar Naik, Keluarga Berpengeluaran di Bawah Rp4 Juta Kini Masuk Kategori Miskin |
|
|---|
| Rokok Jadi Beban Rakyat Miskin Sumatera Barat, Pengeluaran Lampaui Telur dan Cabai |
|
|---|
| Angka Kemiskinan Sumbar Turun Menjadi 5,31 Persen, Namun Jumlah Warga Miskin di Desa Malah Naik |
|
|---|
| 312 Ribu Warga Sumbar Masih Miskin, Pengeluaran Rokok Kalahkan Telur Ayam dan Daging |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/beras-di-Pasar-Inpres-Sijunjung-2692025.jpg)