Kabupaten Lima Puluh Kota
Sinkhole di Limapuluh Kota Ramai Didatangi Warga, Area Dipasangi Garis Polisi
Ia menyebutkan, garis polisi dipasang dengan radius sekitar 20 meter dari lubang tersebut.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Sinkhole muncul di area persawahan milik warga di Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Minggu (4/1/2026).
- Sinkhole muncul di sawah milik seorang warga bernama Adrolmios (61).
- Pasca kejadian, lokasi tersebut ramai didatangi warga yang penasaran ingin melihat dari dekat.
- Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, petugas memasang garis polisi di sekitar lubang.
TRIBUNPADANG.COM, LIMAPULUH KOTA – Fenomena alam berupa lubang misterius atau sinkhole (lubang runtuhan) muncul di area persawahan milik warga di Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), pada Minggu (4/1/2025).
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengatakan sinkhole tersebut muncul di sawah milik seorang warga bernama Adrolmios (61).
Pasca kejadian, lokasi tersebut ramai didatangi warga yang penasaran ingin melihat dari dekat.
Baca juga: Sinkhole Muncul di Sawah Limapuluh Kota, Warga Sempat Dengar Suara Gemuruh
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota langsung mengambil langkah pengamanan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Payakumbuh untuk memasang police line di lokasi agar masyarakat tidak mendekat,” kata Rahmadinol kepada TribunPadang.com, Senin (5/1/2026).
Ia menyebutkan, garis polisi dipasang dengan radius sekitar 20 meter dari lubang tersebut.
“Ini dilakukan karena masih terdapat potensi keretakan tanah di sekitar lokasi. Kalau masyarakat mendekat, dikhawatirkan bisa jatuh. Apalagi kita belum tahu kondisi di dalam lubang tersebut,” jelasnya.
Baca juga: Bendera Putih Berkibar di Nanggalo Padang, Potret Keputusasaan Warga Terdampak Banjir
Selain melibatkan kepolisian, BPBD Limapuluh Kota juga meminta bantuan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk berjaga di sekitar lokasi.
“Personel Satpol PP juga kami minta untuk membantu pengamanan, karena warga masih cukup ramai datang ke lokasi,” terangnya.
Menurut Rahmadinol, pengamanan lokasi merupakan langkah jangka pendek yang dilakukan pemerintah daerah sambil menunggu kajian lebih lanjut dari para ahli.
“Ini langkah jangka pendek. Selanjutnya tentu perlu diskusi dan kajian lebih mendalam dengan pihak yang ahli,” ujarnya.
Ia menambahkan, rekomendasi dari para ahli nantinya akan menjadi dasar bagi Pemkab Limapuluh Kota untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Baca juga: Polisi Ringkus Pengedar Narkoba di Payakumbuh Barat, 20 Butir Pil Ekstasi Disita
“Kita tunggu dulu rekomendasi dari ahli agar bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Rahmadinol memastikan kemunculan sinkhole tersebut murni disebabkan oleh fenomena alam.
“Berdasarkan hasil kajian kami bersama Badan Geologi, disepakati bahwa kejadian ini berkaitan dengan kondisi geologi daerah Patahan Semangka. Kabupaten Limapuluh Kota memang berada di kawasan patahan tersebut,” ungkapnya.
| Hujan Lebat Akibatkan Longsor dan Jalan Ambles di Limapuluh Kota, 600 KK Sempat Terisolasi |
|
|---|
| Respons Pemprov Sumbar Petani di Limapuluh Kota Beralih ke Tambang Emas Gegara Harga Gambir Turun |
|
|---|
| Mahyeldi Dorong Hilirisasi Gambir, Solusi Tekan Peralihan Petani ke Tambang Emas |
|
|---|
| Gubernur Sumbar Tanggapi Warga Limapuluh Kota Ramai-ramai Mendulang Emas: Dampak Harga Gambir Anjlok |
|
|---|
| Buntut Dugaan Pelecehan Murid di dalam Mobil, Wakasek SMA di Limapuluh Kota Dibebastugaskan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kemunculan-sinkhole-di-limapuluh-kota-512026.jpg)