Banjir di Padang

Bendera Putih Berkibar di Nanggalo Padang, Potret Keputusasaan Warga Terdampak Banjir

"Bendera ini kami dirikan karena kami sudah putus asa. Kami tidak tahu lagi harus bertindak apa," ujar Gusfrawandi.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
BENDERA PUTIH- Penampakan bendera putih yang diikatkan pada sebilah kayu di Komplek Griya Permata II, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (5/1/2026) pagi. Di tengah hamparan lumpur pekat dan puing bangunan, bendera warna putih itu tampak kontras sekaligus getir. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Tabing Banda Gadang, Kota Padang, kibarkan bendera putih di lokasi terdampak bencana di Komplek Griya Permata II.
  • Banjir meluluhlantakkan kawasan Tabing Banda Bakali pada Jumat (2/1/2026).
  • Salah satu warga, Gusfrawandi, menyebutkan bahwa bendera putih tersebut adalah representasi dari keputusasaan yang memuncak. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sehelai kain putih yang diikatkan pada sebilah kayu bergoyang pelan ditiup angin di Komplek Griya Permata II, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (5/1/2026) pagi. 

Di tengah hamparan lumpur pekat dan puing bangunan, warna putih itu tampak kontras sekaligus getir.

Bagi masyarakat setempat, kain itu bukan sekadar penanda letak rumah atau batas wilayah.

Bendera Putih Berkibar di Lokasi Bencana

bendera putih dan banjir bandang padang 5/1/2026
BENDERA PUTIH- Penampakan bendera putih yang diikatkan pada sebilah kayu di Komplek Griya Permata II, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (5/1/2026) pagi.

Bendera putih yang bermunculan di sepanjang pemukiman hingga di depan pintu masjid itu adalah sebuah kepasrahan. 

Warga menyatakan diri "kalah" melawan amukan sungai, yang tak kunjung terjinakkan.

Suasana di komplek tersebut pada pukul 10.23 WIB masih diselimuti sisa-sisa trauma.

Baca juga: Sinkhole Muncul di Sawah Limapuluh Kota, Warga Sempat Dengar Suara Gemuruh

Jumat (2/1/2026) lalu, banjir bandang menghantam wilayah ini dengan kekuatan yang meluluhlantakkan. 

Air tidak sekadar lewat, tetapi membawa material yang menghancurkan dinding-dinding rumah warga.

Di sisi lain, lumpur pekat masih menjadi persoalan harian. Warga dengan peralatan seadanya mencoba mengeruk sedimen yang masuk ke dalam rumah.

Bendera Putih Simbol Kepasrahan

bendera putih dan banjir bandang tabing banda gadang 5/1/2026 2
BENDERA PUTIH- Penampakan bendera putih yang diikatkan pada sebilah kayu di Komplek Griya Permata II, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (5/1/2026) pagi.

Gusfrawandi, salah satu warga yang masih bertahan di antara tumpukan lumpur, menyebutkan bahwa bendera putih tersebut adalah representasi dari keputusasaan yang memuncak. 

Warga merasa sudah tidak memiliki daya secara fisik maupun materi untuk kembali bersiap menghadapi ancaman serupa.

"Bendera ini kami dirikan karena kami sudah putus asa. Kami tidak tahu lagi harus bertindak apa," ujar Gusfrawandi sambil menunjuk ke arah aliran sungai yang kini alirannya tak lagi beraturan.

"Ini adalah tanda bahwa kami hanya bisa menunggu bantuan dan kebijakan dari pemerintah," sambungnya.

Baca juga: Berkunjung ke Sumbar, Wamendikdasmen Jadi Pembina Upacara di SMAN 12 Padang

Rentetan bencana ini seolah menjadi ujian tanpa jeda bagi warga Tabing Banda Gadang.

Belum kering luka akibat banjir yang melanda pada 27 November 2025 lalu, mereka kembali dihantam bencana yang lebih besar di awal tahun baru 2026.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved