Kota Pariaman

Tekan Angka Kecelakaan dan Pelanggaran, Edukasi Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah di Pariaman

Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya di jalan raya.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Panji Rahmat
EDUKASI LALU LINTAS- Kapolres Pariaman AKBP Andreanaldo Ademi, saat diwawancarai di ruangannya, Jumat (29/8/2025). AKBP Andreanaldo Ademi, mengatakan, program kurikulum edukasi lalu lintas yang akan terintegrasi dalam mata pelajaran sekolah ini berawal dari keprihatinan atas tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar dan usia produktif. 

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN – Upaya menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar Kota Pariaman, Sumatera Barat kini memasuki babak baru yang lebih serius.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pariaman bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) serta Kementerian Agama (Kemenag) setempat, resmi meluncurkan kurikulum edukasi lalu lintas yang akan terintegrasi dalam mata pelajaran sekolah.

Program ini akan diterapkan secara bertahap di seluruh sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kemudian termasuk madrasah yang terdiri dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kota Pariaman.

Baca juga: 4.602 Pelajar Solsel Telah Nikmati Makan Bergizi Gratis Selama 4 Hari, Didistribusikan ke 20 Sekolah

Kapolres Pariaman, AKBP Andreanaldo Ademi, mengatakan, program ini berawal dari keprihatinan atas tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar dan usia produktif.

"Selama ini sosialisasi sudah sering kami lakukan, namun sifatnya tidak berkesinambungan. Dengan masuk ke kurikulum, edukasi akan lebih masif dan terstruktur," jelasnya, Jumat (29/8/2025).

Materi edukasi ini dirancang sesuai jenjang usia, untuk siswa SD fokusnya adalah pengenalan rambu-rambu lalu lintas dan pentingnya keselamatan, seperti mengingatkan orang tua untuk memakai helm dan berhenti saat lampu merah.

Baca juga: Harga Beras Dijual Rp17 Ribu Sekilo di Pasar Inpres Sijunjung, Turun Kisaran Rp500 per Kilo

Sementara untuk siswa SMP, materi lebih mendalam, termasuk tentang kewajiban saat berkendara.

"Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini. Jika anak-anak sudah paham, mereka bisa menjadi duta keselamatan bagi diri sendiri dan keluarga," ujar Kapolres.

Bahan ajar yang digunakan disusun oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan telah diserahkan ke pihak Dikpora serta Kemenag.

Program ini juga menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti sebagai mitra edukasi.

Mahasiswa STIKes akan dilibatkan dalam penyampaian materi, khususnya terkait pertolongan pertama gawat darurat atau bantuan hidup dasar.

Baca juga: Ketua TP PKK Pasbar Dorong Nagari Aktifkan Dasawisma, Ajak Warga Manfaatkan Halaman Jadi Kebun Kecil

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menyambut baik inisiatif ini.

Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya di jalan raya.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved