Penelitian dan Pengabdian

UNP Kembangkan Teknologi IoT untuk Hidroponik di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Padang

Program yang dipimpin Dr. Resti Fevria, S.TP, MP dari Program Studi Agroteknologi ini menghadirkan terobosan baru dalam sistem pertanian modern.

Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/UNP
PENELITIAN DAN PENGABDIAN- Tim pengabdian UNP berpose bersama guru dan siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri Padang seusai kegiatan pelatihan aplikasi sensor pH dan TDS untuk hidroponik. Program yang dipimpin Dr. Resti Fevria, S.TP, MP dari Program Studi Agroteknologi ini menghadirkan terobosan baru dalam sistem pertanian modern. 

Prof. Yulkifli menjelaskan, sensor yang digunakan bekerja otomatis dan terhubung dengan aplikasi smartphone.

“Data pH dan TDS langsung dikirim ke ponsel, sehingga pengguna dapat memantau kondisi tanaman kapan saja. Dari situ, mereka bisa menyesuaikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman secara lebih tepat,” ungkapnya.

Wali Nagari Ranah Pasisie Pasaman Barat Layani Masyarakat Tanpa Staf dan Perangkat Lainnya

PENELITIAN DAN PENGABDIAN- Perangkat sensor pH dan TDS berbasis IoT yang diperkenalkan tim pengabdian UNP untuk monitoring nutrisi tanaman hidroponik. Program ini ditargetkan mampu meningkatkan 50 persen penggunaan POC nano sekaligus memperluas penerapan sensor pH dan TDS berbasis IoT untuk mendukung efisiensi produksi.
PENELITIAN DAN PENGABDIAN- Perangkat sensor pH dan TDS berbasis IoT yang diperkenalkan tim pengabdian UNP untuk monitoring nutrisi tanaman hidroponik. Program ini ditargetkan mampu meningkatkan 50 persen penggunaan POC nano sekaligus memperluas penerapan sensor pH dan TDS berbasis IoT untuk mendukung efisiensi produksi. (Dokumentasi/UNP)

Selain berfokus pada teknologi, tim juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Dr. Vauzia, yang bertanggung jawab pada aspek budidaya hidroponik, menegaskan bahwa penggunaan POC nano adalah langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

“Dengan teknologi ini, produktivitas meningkat, tetapi tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Ini adalah bentuk pertanian berkelanjutan yang sejalan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.

Program ini ditargetkan mampu meningkatkan 50 persen penggunaan POC nano sekaligus memperluas penerapan sensor pH dan TDS berbasis IoT untuk mendukung efisiensi produksi.

Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan visi SMK PP Negeri Padang yang ingin menjadi pusat keunggulan pertanian berkarakter Profil Pelajar Pancasila dengan daya saing global. Sekolah ini mengutamakan pembelajaran 30 persen teori dan 70 persen praktik, serta menargetkan lulusannya memiliki sertifikat profesi pertanian sebagai modal bersaing di dunia kerja.

Tidak hanya dosen, mahasiswa UNP juga terlibat aktif dalam program ini. Annisya Dini Pratiwi, mahasiswa Prodi Fisika, mengaku mendapat pengalaman berharga.

“Di kampus kami belajar teori, tapi lewat program ini kami bisa melihat langsung penerapannya di lapangan. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang bagaimana kami bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Jadikan KEK Sanur Pusat Layanan Medis Bertaraf Internasional 

PENELITIAN DAN PENGABDIAN- Siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri Padang mencoba menghidupkan alat sensor pH dan TDS berbasis IoT saat praktik bersama tim dosen UNP. Dari sistem ini, sekolah mampu menghasilkan pendapatan Rp500 ribu hingga Rp1 juta per panen melalui penjualan sayuran segar seperti pakcoy, selada, bayam brazil, hingga daun mint.
PENELITIAN DAN PENGABDIAN- Siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri Padang mencoba menghidupkan alat sensor pH dan TDS berbasis IoT saat praktik bersama tim dosen UNP. Dari sistem ini, sekolah mampu menghasilkan pendapatan Rp500 ribu hingga Rp1 juta per panen melalui penjualan sayuran segar seperti pakcoy, selada, bayam brazil, hingga daun mint. (Dokumentasi/UNP)

Program pengabdian ini tidak hanya bermanfaat bagi sekolah, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kehidupan sehat sejahtera (SDG 3).

Bagi UNP, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, terutama karya dosen yang dimanfaatkan masyarakat, kemitraan dengan lembaga pendidikan, serta mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Dr. Resti menegaskan, program ini diharapkan tidak berhenti di SMK PP Negeri Padang saja, tetapi juga bisa direplikasi ke sekolah lain atau bahkan kelompok tani yang mengembangkan hidroponik.

“Target akhirnya adalah meningkatkan ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, sekaligus menciptakan generasi muda yang melek teknologi pertanian,” tutupnya. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved