Harga BBM Naik
Imbas Harga Pertamax Naik Jadi Rp17.000 per Hari Ini, Antrean Pertalite di Padang Membludak
Sebaliknya, pada koridor pengisian untuk produk Pertamax maupun Pertamax Turbo, suasana tampak lengang dan sepi dari aktivitas berarti.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
"Sangat bersyukur hari ini tarif Solar masih terpantau stabil dan tidak ikut-ikutan naik. Tidak bisa saya bayangkan kalau Solar juga ikut naik harganya, sudahlah proses mengantre di SPBU ini memakan waktu satu jam lebih, ditambah beban biaya mahal pula. Pasti ongkos sewa angkutan pasir jadi tidak seimbang dengan modal jalan," keluh Fauzi.
Kondisi serupa mengenai lonjakan kepadatan kendaraan juga terpantau di SPBU Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Di lokasi ini, antrean BBM penugasan Pertalite juga didapati mengular hingga mendekati pintu masuk area stasiun pengisian akibat membludaknya jumlah kendaraan konsumen roda dua.
Baca juga: Harga MinyaKita Melonjak Rp18.000 di Pasar Pagi Lubuk Lintah Padang, Pedagang: Modal Juga Naik
Pada jalur pengisian BBM nonsubsidi Pertamax di SPBU Pisang tersebut, pemandangan lengang terlihat sangat kentara.
Hanya ada dua unit kendaraan roda dua yang melakukan pengisian ulang tanpa perlu menunggu giliran, berbanding terbalik dengan pemandangan di sisi jalur subsidi.
Seorang pengemudi transportasi daring (Ojek Online/Ojol) bernama Fuadi, memberikan tanggapan berupa senyuman kecut saat dimintai keterangan seputar penyesuaian tarif energi ini.
Baginya, kehadiran Pertalite dengan harga yang masih terjangkau saat ini merupakan satu-satunya penyelamat kelangsungan profesinya di jalanan.
"Kenaikan tarif ini terasa sangat tiba-tiba sekali bagi kami masyarakat kecil, apalagi angka lompatannya langsung besar. Untung masih ada Pertalite yang jadi penolong harian kami, tidak mungkin dengan pendapatan ojol saat ini kami memaksakan diri membeli BBM non-subsidi dengan harga setinggi itu," kata Fuadi menjelaskan.
Ia menaruh harapan besar kepada pemerintah dan pihak manajemen Pertamina agar tidak menyentuh harga jual BBM jenis penugasan dalam waktu dekat.
Fuadi mengkhawatirkan jika komoditas Pertalite ikut mengalami skema penyesuaian harga, maka efek domino berupa kenaikan harga barang pokok akan menyengsarakan masyarakat luas.
Kekhawatiran Ibu Rumah Tangga dan Kondisi SPBU Jalur By Pass
Senada dengan opini di atas, seorang ibu rumah tangga bernama Asnida yang juga sedang ikut mengantre di barisan Pertalite mengutarakan keluhannya.
Menurutnya, nominal Rp17.000 per liter menuntut pengeluaran biaya transportasi yang terlalu dalam dan berpotensi memotong pos anggaran belanja domestik lainnya.
Baca juga: Beras di Padang Stabil Meski Rupiah Tembus Rp18.078 per Dolar AS, Pedagang Belum Naikkan Harga
"Kalau dipaksakan untuk terus mengisi tangki motor dengan Pertamax, taruhannya tentu bisa mengurangi jatah uang dapur rumah tangga. Makanya lebih baik saya bersabar mengikuti antrean panjang Pertalite ini, atau kalau memang darurat sekali ya terpaksa beli eceran di pinggir jalan saja," ucap Asnida terus terang.
Pantauan visual di titik lain, yakni pada SPBU yang beroperasi di wilayah Kelurahan Tanjung Saba Pitameh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang sekitar pukul 11.15 WIB, memperlihatkan atmosfer mobilitas yang sejenis.
Gelombang kendaraan truk serta mobil pribadi tampak memadati area pengisian untuk BBM jenis Solar dan Pertalite secara masif.
dampak harga BBM naik
harga BBM naik
Harga BBM Naik hari ini
Update Harga BBM Naik
harga pertamax naik
harga Pertamax
harga pertamax di Sumatera Barat
Padang
| Update Harga BBM di Sumbar Per 10 Juni 2026: Pertamax Tembus Rp17.000 per Liter |
|
|---|
| Curhat Pengendara Ojol di Padang, Wahid: Penumpang Makin Sepi, Pendapatan Tidak Cukup untuk Keluarga |
|
|---|
| Akses Jalan di Depan Kantor DPRD Sempat Dialihkan, Kasat Lantas Polresta Padang: Kembali Normal |
|
|---|
| Massa Driver Ojek Online Bakal Demo di Kantor DPRD Sumbar, Aparat Mulai Berjaga-jaga |
|
|---|
| Curhat Pengemudi Ojek Online saat Harga BBM Naik, Bawa Pulang Rp100 Ribu per Hari Saja Susah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/antrean-pertamax-di-SPBU-Pasa-Ambacang-1062026.jpg)