Harga Beras

Beras di Padang Stabil Meski Rupiah Tembus Rp18.078 per Dolar AS, Pedagang Belum Naikkan Harga

Pedagang di Pasar Pagi Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang memastikan harga beras di Padang

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
HARGA BERAS SUMBAR - Penampakan tumpukan beras di salah satu kedai pedagang di Pasar Pagi Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (9/6/2026). Harga beras masih cenderung stabil meski nilai tukar rupiah terus mlemah. 

Ringkasan Berita:
  • Rupiah tembus Rp18.078 per dolar AS, namun harga beras di Padang belum bergerak.
  • Pedagang Pasar Lubuk Lintah mengaku harga beras masih bertahan hingga Juni 2026.
  • Beras Bulog jadi pilihan utama warga karena harganya lebih terjangkau.
  • Beras Sokan dan Kuriak Kusuik tetap diminati meski dibanderol lebih tinggi.
  • Mengapa harga beras masih stabil saat rupiah melemah? Ini penjelasan pedagang.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pedagang di Pasar Pagi Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang memastikan harga beras di Padang hingga saat ini masih bertahan stabil.

Kondisi ini tergolong berbanding terbalik dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah hingga menembus angka Rp18.078 pada Selasa (9/6/2026).

Dampak dari melemahnya rupiah, turut dirasakan sejumlah pengusaha ataupun pedagang yang menjual barang dari hasil impor.

Di Sumbar, khususnya Kota Padang, TribunPadang.com menyaksikan berbagai keluhan dari pedagang. Mulai dari plastik, minyak goreng, sparepart kendaraan hingga pengusaha tahu yang tercekik akibat melambungnya harga kedelai.

Namun untuk harga beras di Kota Padang masih relatif stabil seiring melemahnya nilai tukar rupiah.

Baca juga: Sertifikasi Halal UMKM Solok Selatan Baru 39 Persen, Pemkab Kejar Target Oktober 2026

Harga beras bisa berdampak akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Sebab, Sebagian pupuk, pestisida, bahan kimia pertanian, suku cadang mesin pertanian, dan bahan bakar memiliki keterkaitan dengan komponen impor.

Hanya saja, hingga Juni 2026, dampak ini masih belum dirasakan oleh pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.

Pedagang di Pasar Pagi Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang masih belum merasakan kenaikan harga beras. Salah satunya, Deri yang mengaku harga beras di lapaknya, masih stabil di pasaran.

"Untuk harga beras masih normal, tidak ada kenaikan sampai bulan ini," kata dia saat ditemui di lapaknya, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, untuk beras Bulog dipatok dengan harga Rp63.000 per lima kilogramnya di Pasar Pagi Lubuk Lintah.

Baca juga: PT Hutama Panorama Bakal Laporkan Pengganggu Proyek Flyover Sitinjau Lauik ke Polda Sumbar

Sementara beras dengan merek atau sebutan 42 asal Kota Padang, dijual dengan harga Rp150.000 per 10 kilogram.

"Sedangkan beras sokan dari Solok memang lebih mahal, kalau saya menjual Rp180.000 per 10 kilo," tutur Deri.

Sementara untuk beras yang lebih banyak diminati oleh masyarakat, kebanyakan Bulog dari pada merek lainnya.

Sebab kata dia, harga beras ini cukup terjangkau. Namun, untuk kualitas beras memang lebih kurang dari beras 42 ataupun Sokan.

"Lebih laris Bulog, harganya murah, tapi kualitasnya memang di bawah beras merek lain," pungkasnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved