Peluru Nyasar

Imbas Peluru Nyasar di UNP, Halaman Rektorat Mendadak Sepi, Mahasiswa Mengaku Takut dan Trauma

Menurut Tania, penurunan jumlah mahasiswa yang beraktivitas di luar ruangan ini dipicu oleh kecemasan kolektif yang sedang melanda kampus.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar

Ia menjelaskan, pada saat kejadian memang terdapat kegiatan latihan tembak yang dilakukan personel Batalyon DTP Singgalang di lapangan tembak kawasan Lapai. 

Baca juga: Dua Orang Kena Peluru Nyasar di UNP Padang, Mahasiswi FIS Jalani Operasi Paha

Latihan berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan menggunakan senjata laras panjang. 

Lokasi latihan tersebut berjarak sekitar 800 meter dari Kampus UNP.

"Saat ini tengah dilakukan investigasi untuk mengetahui kebenaran dari kejadian tersebut," ujarnya.

Menurut Taufiq, hasil investigasi akan disampaikan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

"Nanti kalau investigasi sudah selesai, kami akan menyampaikan informasi lengkap terkait kejadian ini," katanya.

Selain melakukan penyelidikan, pihak Kodam juga fokus pada penanganan kedua korban yang diduga terkena peluru nyasar.

Baca juga: Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini Dominan Berawan, Bukittinggi 19 Derajat, Sawahlunto Capai 31 Derajat

"Untuk korban saat ini sudah dalam penanganan. Salah satu korban menjalani operasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku," ungkapnya.

Ia menyebut kedua korban mengalami luka pada bagian tangan dan paha.

"Kedua korban sudah dalam penanganan. Kami melakukan seluruh prosedur yang ada dan seluruh biaya pengobatan ditanggung," jelasnya.

PELURU NYASAR- Sejumlah mahasiswa berkumpul di kawasan alun-alun depan Gedung Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026), sesaat setelah insiden yang diduga akibat peluru nyasar. Dalam kejadian tersebut, seorang mahasiswi dan seorang warga sipil mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
PELURU NYASAR- Sejumlah mahasiswa berkumpul di kawasan alun-alun depan Gedung Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026), sesaat setelah insiden yang diduga akibat peluru nyasar. Dalam kejadian tersebut, seorang mahasiswi dan seorang warga sipil mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. (Istimewa/WAG BPC)

Dua Korban Terluka

Sebelumnya diberitakan, dua orang mengalami luka tembak yang diduga akibat peluru nyasar di kawasan depan Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Selasa sore.

Sekretaris Universitas Negeri Padang, Erianjoni, membenarkan adanya insiden tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca juga: 3 BERITA POPULER PADANG: Peluru Nyasar Kena Mahasiswi, Pesawat AS Mendarat di BIM dan Pelatihan AC

Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka tembak. Salah satunya merupakan mahasiswi UNP bernama Nova Wirantika (25), mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP.

"Dari kedua korban tersebut, salah satunya merupakan mahasiswa UNP bernama Nova Wirantika (25), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi FIS UNP," kata Erianjoni kepada TribunPadang.com, Rabu (3/6/2026).

Sementara satu korban lainnya bernama Guruh Guino yang merupakan warga umum dan bukan mahasiswa UNP.

"Satu korban lainnya bernama Guruh Guino. Dia bukan mahasiswa UNP, melainkan teman dari salah seorang mahasiswa UNP," ujarnya.

Erianjoni menjelaskan, saat insiden terjadi kedua korban tengah duduk bersama sejumlah rekannya di alun-alun depan Rektorat UNP.

Baca juga: Bukan Pengintaian, GM BIM Soal Pesawat Militer Amerika di Langit Sumbar: Pengujian Usai Perbaikan

"Saat itu mereka sedang duduk bersama teman-temannya sebelum insiden tersebut terjadi," jelasnya.

Akibat luka yang dialami, Nova Wirantika harus menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina Padang karena proyektil peluru masih bersarang di paha kirinya.

"Nova harus menjalani operasi tadi malam karena proyektil peluru masih bersarang di paha kirinya di RS Hermina," ungkap Erianjoni.

Sementara itu, Guruh Guino telah mendapatkan penanganan medis dan kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang untuk menjalani proses pemulihan.

"Sementara korban Guruh Guino telah ditangani oleh tim medis dan dipindahkan untuk proses pemulihan di RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang," katanya.

Terkait sumber peluru yang mengenai kedua korban, Erianjoni menyebut pihaknya memperkirakan proyektil tersebut berasal dari lokasi latihan tembak TNI di Lapai yang berjarak sekitar 800 meter dari Kampus Induk UNP Air Tawar.

Menurutnya, sesaat setelah kejadian, Rektor UNP Krismadinata yang berada di sekitar lokasi langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Baca juga: Hendak ke Ladang, Warga Akabiluru Limapuluh Kota Kaget Temukan Mayat Tergantung di Pohon

Rektor UNP menghubungi Pangdam I/Bukit Barisan, Komandan Batalyon 133/Yudha Sakti, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), serta Polsek Padang Utara guna mengoordinasikan penanganan insiden tersebut.

Di saat yang sama, tim medis UNP langsung mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit menggunakan ambulans kampus untuk mendapatkan penanganan medis.

"Pak Rektor langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, sementara tim medis UNP segera membawa korban ke RS Hermina Padang menggunakan ambulans UNP untuk mendapatkan penanganan segera," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved