Peluru Nyasar

Imbas Peluru Nyasar di UNP, Halaman Rektorat Mendadak Sepi, Mahasiswa Mengaku Takut dan Trauma

Menurut Tania, penurunan jumlah mahasiswa yang beraktivitas di luar ruangan ini dipicu oleh kecemasan kolektif yang sedang melanda kampus.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar

Senada, mahasiswa UNP bernama Siti, mengaku masih dibayangi rasa trauma dan cemas yang mendalam jika harus berlama-lama di halaman rektorat.

"Saat ini pun saya sebenarnya merasa cemas main di halaman rektorat ini. Sekarang karena ada tugas saja makanya terpaksa ke sini lagi," keluhnya.

Detik-detik Peluru Nyasar Lukai 2 Orang di UNP

PELURU NYASAR- Suasana halaman rektorat UNP saat dikunjungi, Rabu (3/6/2026). Berdasarkan pantauan Reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi sekitar pukul 16.11 WIB, area yang biasanya ramai dipadati mahasiswa tersebut kini terlihat sepi dan lengang.
PELURU NYASAR- Suasana halaman rektorat UNP saat dikunjungi, Rabu (3/6/2026). Berdasarkan pantauan Reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi sekitar pukul 16.11 WIB, area yang biasanya ramai dipadati mahasiswa tersebut kini terlihat sepi dan lengang. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Siti menceritakan bagaimana awal mula situasi mencekam itu terjadi pada Selasa kemarin.

Menurut Siti, saat itu dirinya bersama beberapa rekan kuliahnya sedang berada di halaman rektorat untuk menyelesaikan tugas akademik.

Mereka tengah fokus merekam dan membuat tugas video, tanpa menyadari bahaya besar sedang mengintai di sekitar mereka.

"Kemarin saat kejadian peluru nyasar, saya memang sedang ada di lokasi bersama teman-teman untuk membuat tugas video," ungkap Siti saat ditemui TribunPadang.com, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Imbas Banjir Bandang di Batu Busuk Padang: Bisnis Kos-kosan Sepi, Penghuni Pilih Pindah Usai Bencana

Namun, di tengah keasyikan menggarap tugas kelompok tersebut, ketenangan mereka mendadak pecah oleh suara yang mengejutkan.

Siti mengaku tiba-tiba mendengar suara tangisan histeris dari seorang mahasiswi yang berada tidak jauh dari posisinya.

Suara jeritan dan tangis perempuan itu langsung menyita perhatian mahasiswa lain yang sedang berada di halaman rektorat.

"Saat itu situasi berubah sangat cepat. Ada seorang perempuan yang menangis," kenang Siti.

Rasa penasaran Siti dan mahasiswa lainnya berubah menjadi pemandangan yang amat mengerikan dalam hitungan detik.

Ia melihat seorang laki-laki yang tampak menahan sakit luar biasa dengan kondisi fisik yang mengenaskan.

Saat diperhatikan lebih dekat, tangan pemuda tersebut sudah terluka parah dan mengeluarkan banyak darah.

Baca juga: Tekad Korban Banjir Bandang di Padang: Enggan Berharap Bantuan, Pilih Buka Warung Sambung Hidup

"Ternyata ada cowok yang tangannya sudah berdarah-darah, ternyata kena peluru," jelas Siti.

Seketika itu juga, kepanikan luar biasa langsung melanda seluruh area halaman Gedung Rektorat UNP.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved