BBM Langka di Padang

Antisipasi Antrean Panjang di SPBU, Pasokan Biosolar di Padang Ditambah 20 Persen

"Tujuan penambahan ini, guna menjaga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," kata dia saat memberikan keterangan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto, menegaskan penanganan PETI tidak hanya berbicara soal penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi solusi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Dalam hal PETI ini ada dua sisi. Ada penegakan hukum dan ada solusi yang bisa diberikan kepada masyarakat. Kedua-duanya kita tekankan,” kata Helmi Heriyanto kepada TribunPadang.com, Rabu (20/5/2026).

ANTRE SOLAR - Sejumlah sopir duduk menunggu antrean pengisian BBM jenis solar di SPBU Mutiara, kawasan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (17/5/2026). Kelangkaan solar membuat antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter dan dikeluhkan para pengemudi karena mengganggu aktivitas kerja.
ANTRE SOLAR - Sejumlah sopir duduk menunggu antrean pengisian BBM jenis solar di SPBU Mutiara, kawasan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (17/5/2026). Kelangkaan solar membuat antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter dan dikeluhkan para pengemudi karena mengganggu aktivitas kerja. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Menurut Helmi, keberadaan PETI tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan keselamatan masyarakat, tetapi juga mulai menyentuh sektor lain, termasuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumbar.

Ia menyebut tingginya konsumsi BBM untuk aktivitas tambang ilegal menjadi salah satu penyebab solar di sejumlah SPBU sulit didapat.

“PETI ini juga menyentuh sektor-sektor lain. Misalnya BBM. BBM kita di Sumbar jadi sulit, itu salah satunya karena PETI ini juga,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Sumbar Turun ke Tambang Emas Ilegal Sijunjung, Minta Penambang Segera Urus Izin

Helmi mengungkapkan, saat kunjungan bersama Gubernur Sumbar ke kawasan tambang Batu Gando, Kabupaten Sijunjung, pihaknya menemukan kebutuhan BBM di satu titik tambang saja mencapai 1.000 liter per hari.

“Kami hitung kemarin ketika kunjungan ke Batu Gando Kabupaten Sijunjung, itu 1.000 liter per hari BBM yang dibutuhkan di kawasan itu saja. Itu satu titik baru,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut ikut mempengaruhi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Sumbar dalam beberapa waktu terakhir.

“Coba lihat hari ini, antre di mana-mana SPBU,” ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved