BBM Langka di Padang

Antisipasi Antrean Panjang di SPBU, Pasokan Biosolar di Padang Ditambah 20 Persen

"Tujuan penambahan ini, guna menjaga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," kata dia saat memberikan keterangan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar

Ringkasan Berita:
  • Pasokan biosolar di Kota Padang ditambah sebanyak 20 persen dari rata-rata distribusi normal.
  • Penambahan ini untuk mengantisipasi antrean panjang yang terjadi di SPBU.
  • Peningkatan penyaluran BBM hingga 20 persen di atas rata-rata normal sejak 14 Mei 2026.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Untuk mengantisipasi antrean panjang kendaraan saat mengisi solar ke depannya, pasokan harian bahan bakar biosolar di Kota Padang ditambah sebesar 20 persen dari rata-rata distribusi normal.

Pernyataan ini disampaikan oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Fahrougi Andriani Sumampouw, saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Kamis (21/5/2026).

Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengatakan akan terus melakukan upaya optimalisasi penyaluran BBM Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) atau Biosolar di wilayah Kota Padang.

"Tujuan penambahan ini, guna menjaga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," kata dia saat memberikan keterangan.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kepadatan kendaraan di sejumlah SPBU wilayah Kota Padang dipengaruhi oleh meningkatnya demand Biosolar selama Mei 2026.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Raya Padang Naik Jelang Idul Adha, Bawang Merah Ikut Merangkak

Kondisi ini turut dipengaruhi adanya potensi peralihan penggunaan dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi akibat disparitas harga, serta adanya indikasi transaksi anomali pada sejumlah kendaraan.

"Jadi kita melakukan peningkatan penyaluran BBM hingga 20 persen di atas rata-rata normal sejak 14 Mei 2026 guna menjaga ketersediaan energi di lapangan," sebutnya.

Selain itu, pihaknya terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi melalui monitoring transaksi dan pemblokiran QR kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi anomali maupun pemalsuan data kendaraan.

Hingga saat ini, ratusan nomor polisi kendaraan telah dilakukan pemblokiran sebagai bagian dari upaya menjaga penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran.

"Kami juga sudah memberikan sanksi pembinaan kepada sejumlah SPBU di wilayah Sumatera Barat yang ditemukan melakukan pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi," pungkasnya.

Antrean Panjang di SPBU Pisang Padang

ANTREAN PENGISIAN SOLAR- Penampakan kendaraan yang mengular panjang di Jalan Raya By Pass, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (20/5/2026). Kendaraan mengantre untuk mengisi solar di SPBU Pisang.
ANTREAN PENGISIAN SOLAR- Penampakan kendaraan yang mengular panjang di Jalan Raya By Pass, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (20/5/2026). Kendaraan mengantre untuk mengisi solar di SPBU Pisang. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Antrean panjang kendaraan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) solar kembali terjadi di SPBU Pisang, Jalan Raya By Pass, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (20/5/2026).

Pantauan reporter TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, sekira pukul 15.58 WIB, tampak kendaraan mengular hampir mendekati Simpang Ketaping menuju SPBU Pisang.

Ujung antrean tepatnya berlokasi di depan PT Kredo Bajatama, kurang lebih berjarak 200 meter dari Simpang Ketaping.

Rata-rata kendaraan yang mengantre solar adalah truk-truk pengangkut barang dari Padang, Provinsi Sumbar ke provinsi lain di Sumatera.

Truk terlihat berjejer, namun tidak saling berdekatan. Sebab, beberapa pedagang meletakan ban ataupun kursi untuk melarang bara truk berhenti di depan kedainya.

Baca juga: PETI di Sumbar Disorot Usai Tragedi Sijunjung, ESDM Sebut BBM Jadi Sulit Didapat

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved