Berita Populer Padang

4 Berita Populer Padang: Sopir Laka Beruntun Tersangka, Cek Sapi Kurban, hingga Update Kasus Karim

“Beberapa saksi sudah kami periksa, termasuk masyarakat dan pengendara yang melihat langsung kejadian tersebut,” ujarnya.

Tayang:
Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KECELAKAAN BERUNTUN - Sopir truk tampak dibopong saat berada di lokasi kecelakaan beruntun Padang Besi, Minggu (10/5/2026). Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Wadhi Nofrianto mengatakan, sopir truk dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

“Karena bentuk geometrik jalan itu menurun disertai tikungan. Jadi pengendara memang harus ekstra hati-hati. Namun selain kehati-hatian pengemudi, kondisi kendaraan juga harus benar-benar sehat,” kata Fidel Miro kepada TribunPadang.com.

Diketahui, kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan, yakni dua unit truk dan tiga mobil pribadi yang seluruhnya melaju dari arah Solok menuju Kota Padang.

Akibat kejadian itu, empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Wajib Punya Pengereman Optimal

Fidel menilai, kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut wajib memiliki sistem pengereman yang optimal mengingat medan jalan yang ekstrem.

“Karena truk yang lewat sana berasal dari jalur Sitinjau Lauik, maka kondisi kendaraan terutama rem harus benar-benar sehat. Kesehatan rem ini yang paling utama,” ujarnya.

Baca juga: Daftar Korban Tabrakan Beruntun di Padang Besi, 4 Tewas 4 Luka-luka

Menurutnya, meski permukaan jalan di kawasan tersebut menggunakan beton yang cenderung membantu memperlambat laju kendaraan, hal itu tidak cukup apabila kondisi rem kendaraan bermasalah.

“Permukaan beton memang lebih kasar sehingga membantu memperlambat kendaraan. Tapi kalau rem truk blong dan membawa muatan berat, kendaraan tetap bisa melaju kencang. Jadi yang paling penting tetap kondisi remnya,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, hanya kendaraan dengan kondisi prima yang seharusnya diperbolehkan melintas di jalur tersebut.

“Karena jalur yang dilewati cukup ekstrem, maka kendaraan terutama truk harus benar-benar prima dan sesuai dengan kondisi jalan,” katanya.

Lakukan Pengawasan Ketat 

Fidel juga mendorong agar dilakukan pengawasan ketat terhadap kelayakan kendaraan angkutan barang yang melintas di jalur Sitinjau Lauik hingga Padang Besi.

Menurutnya, uji kelayakan kendaraan harus dilakukan secara berkala guna mengurangi risiko kecelakaan.

Baca juga: Lokasi Tabrakan Beruntun di Padang Basi Daerah Rawan, Warga: Saya Tak Pernah Lagi Tidur di Kamar

“Truk-truk yang melintas di sana wajib diuji kelayakan. Jadi bisa diketahui apakah kendaraan itu masih layak beroperasi atau tidak, karena ini menyangkut keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengawasan tersebut bisa dilakukan oleh perusahaan ekspedisi maupun instansi terkait seperti Dinas Perhubungan.

“Baik dari pihak perusahaan angkutan maupun Dishub perlu melakukan pengawasan dan pengujian kendaraan,” katanya.

Selain faktor kendaraan, Fidel juga menilai kawasan tersebut perlu dilengkapi pembatas atau median jalan yang lebih kuat untuk meminimalisir dampak kecelakaan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved