Berita Populer Padang
4 Berita Populer Padang: Penyebab Panas Menyengat di Siang Hari dan Warga Pasar Ambacang Krisis Air
Ia menambahkan, langit yang relatif cerah tanpa awan turut berkontribusi terhadap meningkatnya paparan radiasi ultraviolet (UV) pada siang hari.
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Penyebab suhu udara yang lebih panas dan menyengat pada siang hari di Kota Padang.
- Warga Komplek Perumahan Durita Asri Sejahtera, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang mengaku kesulitan akses air bersih.
- Santri dari Surau Jamiaturrahmah terpaksa belajar di rumah, akibat tempat untuk menimba ilmu agama hanyut terbawa banjir.
- BWS Sumatera V Padang akan menyurati Pemko Padang untuk meminta menertibkan aktivitas mandi-mandi masyarakat di Sungai Jembatan Ujung Tanah, Padang.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berikut empat berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.
Ada berita terkait penyebab suhu udara yang lebih panas dan menyengat pada siang hari di Kota Padang.
Kemudian, warga Komplek Perumahan Durita Asri Sejahtera, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang mengaku kesulitan akses air bersih.
Santri dari Surau Jamiaturrahmah terpaksa belajar di rumah, akibat tempat untuk menimba ilmu agama hanyut terbawa banjir.
Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Kamis 22 Januari 2026: Secara Kesuluruhan Berawan
BWS Sumatera V Padang akan menyurati Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk meminta menertibkan aktivitas mandi-mandi masyarakat di Sungai Jembatan Ujung Tanah, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
Baca berita selengkapnya:
1. Padang Dilanda Panas Menyengat, BMKG Minangkabau Jelaskan Sejumlah Faktor Penyebab
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Sumatera Barat merasakan suhu udara yang lebih panas dan menyengat, terutama pada siang hari.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala BMKG Stasiun Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh beberapa faktor meteorologis yang sedang terjadi.
Menurut Decky, salah satu penyebab utama meningkatnya suhu udara adalah posisi gerak semu matahari yang saat ini berada dekat dengan garis khatulistiwa.
Baca juga: Cuaca Mentawai Rabu 21 Januari 2026 Berawan hingga Hujan Ringan, BMKG Imbau Wisatawan Tetap Waspada
Kondisi ini menyebabkan intensitas radiasi matahari yang diterima permukaan bumi menjadi lebih tinggi dibandingkan waktu lainnya.
“Gerak semu matahari yang mendekati khatulistiwa meningkatkan intensitas radiasi matahari. Ditambah dengan rendahnya tutupan awan, sehingga radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak penghalang,” ujar Decky Irmawan kepada TribunPadang.com, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, langit yang relatif cerah tanpa awan turut berkontribusi terhadap meningkatnya paparan radiasi ultraviolet (UV) pada siang hari.
Selain itu, kelembaban udara yang cukup tinggi di wilayah Sumatera Barat membuat panas terasa lebih gerah.
Baca juga: Cuaca Kota Padang Rabu 21 Januari 2026 Cerah Berawan, BMKG Imbau Warga Waspada Paparan UV
“Walaupun suhu udara tidak ekstrem, kelembaban yang tinggi menyebabkan keringat sulit menguap. Akibatnya, suhu yang dirasakan tubuh atau heat index menjadi lebih tinggi dibandingkan suhu yang terukur oleh termometer,” jelasnya.
| 4 Berita Populer Padang: Dampak Kenaikan Harga Plastik hingga Harga Emas Tembus Rp6,4 Juta per Ameh |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Update Kematian Mahasiswa PNP, BOM Run 2026 dan Kabau Sirah Gagal Raih Poin |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Mahasiswa di Kamar Kos, Korban Perundungan dan Kabau Sirah Pincang |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Pemko Belum Terapkan WFH dan Polisi Bongkar Pengoplosan Gas Bersubsidi |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Kasus Perundungan Siswa, Groundbreaking Huntap dan Pengawasan Program MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/cuaca-di-jalan-Azizi-padang-2112026.jpg)