Berita Populer Padang
4 Berita Populer Padang: Penyebab Panas Menyengat di Siang Hari dan Warga Pasar Ambacang Krisis Air
Ia menambahkan, langit yang relatif cerah tanpa awan turut berkontribusi terhadap meningkatnya paparan radiasi ultraviolet (UV) pada siang hari.
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rezi Azwar
Decky juga menyebutkan, intensitas panas matahari yang tinggi turut mempengaruhi suhu permukaan laut.
Sifat air laut yang lambat menyerap dan melepaskan panas menyebabkan energi panas yang tersimpan dilepaskan kembali pada malam hari, sehingga udara di sekitarnya tetap terasa hangat dan lembab.
Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Rabu 21 Januari 2026, Merata Berawan
Menghadapi kondisi cuaca panas tersebut, BMKG Minangkabau mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam beraktivitas.
Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari dan meminimalkan paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.
“Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan pakaian pelindung seperti lengan panjang, topi, serta tabir surya, dan pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi untuk mencegah dehidrasi,” imbaunya.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, karena kondisi angin dapat mempercepat penyebaran api ke permukiman maupun kawasan hutan.
Meski demikian, Decky menegaskan bahwa suhu panas yang terjadi saat ini masih tergolong fenomena cuaca harian yang lazim di Indonesia dan bukan gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di sejumlah negara lain.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan selalu merujuk pada informasi resmi BMKG melalui aplikasi InfoBMKG atau media sosial resmi BMKG Minangkabau,” pungkasnya.
2. Warga Pasar Ambacang Padang Krisis Air Bersih, Bantuan Tangki Hanya Cukup untuk Kebutuhan Sehari
Warga Komplek Perumahan Durita Asri Sejahtera, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang mengaku kesulitan akses air bersih.
Krisis air bersih ini sudah dirasakan oleh warga sejak akhir November 2025 lalu. Sejumlah warga mengaku kekeringan semenjak galodo yang berpusat di kawasan Batu Busuk, Padang.
Dampaknya, sumur warga kekeringan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga mengharapkan bantuan dari pemerintah.
Tak hanya itu, air sungai pasca terjadi bencana di beberapa tempat di Kota Padang juga masih keruh sampai saat ini.
Salah satu warga, Intan mengaku daerahnya masih mengalami kekeringan sejak akhir November 2025, hingga saat ini.
Baca juga: Anggota DPRD Sumbar BSN Terancam Jemput Paksa, Tiga Kali Mangkir Panggilan Kejari Padang
Mulai dari Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Kementrian Pekerjaan Umum (PU) hingga Semen Padang.
| 3 Berita Populer Padang: Kesiapan Tour de Singkarak 2027, Pemilik Sabu 47 Kg Lolos dari Hukuman Mati |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Warga Gunung Sarik Tewas Ditikam Kerabat Sendiri & 23 Motor Hangus Terbakar |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Orang Tua Alceo Kirim Surat ke Presiden hingga Penangkapan Pelaku Curanmor |
|
|---|
| 4 Berita Populer Padang: Demo Kematian Karim, Cekcok Pengunjung dengan Juru Parkir hingga Harga Emas |
|
|---|
| 3 Berita Populer Padang: Warga Minta Plang Larangan di Lokasi 2 Bocah Tenggelam dan Simulasi Tsunami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/cuaca-di-jalan-Azizi-padang-2112026.jpg)