Berita Populer Padang

4 Berita Populer Padang: Dampak Kenaikan Harga Plastik hingga Harga Emas Tembus Rp6,4 Juta per Ameh

Kemudian update harga emas perhiasan mencapai Rp2.560.000 per gram, sedangkan per ameh (2,5 gram) menyentuh Rp6.400.000.

Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
HARGA PLASTIK: Salah satu warga di Pasar Raya belanja menggunakan Keranjang unik karena terbuat dari rangkaian mulut atau lingkaran gelas plastik bekas minuman ringan. Senin (13/4/2026). Konstruksi dari lingkaran plastik yang keras membuat keranjangnya sangat awet dan mampu menahan beban belanjaan yang berat. 

Ringkasan Berita:
  • Dampak kenaikan harga plastik membuat masyarakat menggunakan keranjang belanja hasil daur ulang saat ke Pasar Raya Padang.
  • Kemudian update harga emas perhiasan mencapai Rp2.560.000 per gram, sedangkan per ameh (2,5 gram) menyentuh Rp6.400.000.
  • Selanjutnya terkait sosialisasi teknis penyaluran dana stimulan untuk perbaikan rumah terdampak bencana di Padang.
  • Dan, terdapat juga terkait penangkapan pelaku pencurian tiga unit HP yang membuat korbannya mengalami kerugian Rp18 juta.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berikut empat berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.

Ada berita terkait dampak kenaikan harga plastik membuat masyarakat menggunakan keranjang belanja hasil daur ulang saat berbelanja ke Pasar Raya Padang.

Kemudian update harga emas perhiasan mencapai Rp2.560.000 per gram, sedangkan per ameh (2,5 gram) menyentuh Rp6.400.000.

Selanjutnya terkait sosialisasi teknis penyaluran dana stimulan untuk perbaikan rumah terdampak bencana di Padang.

Dan, terdapat juga terkait penangkapan pelaku pencurian tiga unit HP yang membuat korbannya mengalami kerugian Rp18 juta.

Baca berita selengkapnya:

1. Melawan Mahalnya Plastik di Padang, Dalima Beralih ke Keranjang Daur Ulang

HARGA PLASTIK: Pagi itu, Senin (13/4/2026), suasana Pasar Raya Padang tampak riuh seperti biasanya. Namun, ada yang berbeda dari penampilan Dalima (52). Tangannya tidak menenteng tumpukan kantong plastik hitam atau putih yang tipis, melainkan sebuah keranjang daur ulang berwarna-warni dengan struktur yang kokoh.
HARGA PLASTIK: Pagi itu, Senin (13/4/2026), suasana Pasar Raya Padang tampak riuh seperti biasanya. Namun, ada yang berbeda dari penampilan Dalima (52). Tangannya tidak menenteng tumpukan kantong plastik hitam atau putih yang tipis, melainkan sebuah keranjang daur ulang berwarna-warni dengan struktur yang kokoh. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Kenaikan harga kantong plastik atau yang akrab disebut "kantong asoy" di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai mengubah perilaku belanja masyarakat. Imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengerek harga material plastik memaksa warga mencari alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Di tengah situasi tersebut, keranjang belanja hasil daur ulang limbah plastik kini menjadi primadona baru. Tak sekadar alat angkut barang belanjaan, keranjang ini menjadi simbol perlawanan warga terhadap tumpukan sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan pelik di kota-kota besar.

Pagi itu, Senin (13/4/2026), suasana Pasar Raya Padang tampak riuh seperti biasanya. Namun, ada yang berbeda dari penampilan Dalima (52). Tangannya tidak menenteng tumpukan kantong plastik hitam atau putih yang tipis, melainkan sebuah keranjang anyaman berwarna-warni dengan struktur yang kokoh.

Baca juga: Mengenali Faktor Pemicu Seseorang Memilih Mengakhiri Hidup dan Cara Mencegahnya

Keranjang Daur Ulang: Lebih Kuat dan Ekonomis

Dalima menjelaskan bahwa keranjang yang ia bawa merupakan olahan dari bungkus minuman saset. Baginya, menggunakan kantong asoy kini terasa sangat merugikan, tidak hanya dari segi biaya tetapi juga ketahanannya yang sangat rendah.

"Banyak yang bisa dimasukkan dalam keranjang ini. Jauh lebih bagus dan kuat daripada kantong asoy yang mudah robek," ujar Dalima sembari menata barang belanjaannya di Pasar Raya Padang.

Ia menambahkan, keranjang daur ulang ini memiliki usia pakai yang sangat panjang. Jika kantong plastik biasanya langsung berakhir di tempat sampah setelah sekali pakai, keranjang buatannya bisa bertahan hingga bertahun-tahun tanpa mengalami kerusakan berarti.

Selain alasan ketahanan, faktor harga plastik yang kian mahal menjadi alasan utama peralihan ini. Kenaikan harga plastik di pasar global, yang dipicu oleh konflik antara Iran dan Israel baru-baru ini, berdampak langsung pada biaya distribusi dan operasional pedagang kecil di daerah.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved