Banjir di Padang

Penghuni Huntara di Batu Busuak Padang Adakan 'Mandoa', Berharap Diberi Keselamatan

Mandoa bertujuan memanjatkan doa selamat dari banjir dan untuk hunian sementara yang baru mereka tempati

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
MASAK- Penghuni huntara di Batu Busuk memasak gulai nangka di hunian sementara, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu (21/12/2025). Warga masak bersama untuk kegiatan 'mandoa', agar dihindarkan dari musibah bencana. 

Ringkasan Berita:
  • Penghuni huntara di Batu Busuak Padang gelar Mandoa, tradisi memanjatkan doa untuk keselamatan
  • Huntara di Batu Busuak terletak tak jauh dari aliran banjir bandang di Kapalo Koto, namun mengarah ke perbukitan
  • Mandoa akan dihadiri warga sekitar dan penghuni huntara. Setidaknya sudah ada 10 KK yang menempati huntara

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Wangi gulai nangka tercium kuat dari arah hunian sementara (huntara) di kawasan Batu Busuak Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu (21/12/2025) sore. 

Saat itu baru saja lepas ashar. 

Namun, ibu-ibu di huntara sudah sibuk menggulai nangka. Berulang kali buah bernama latin Artocarpus heterophyllus ini dibolak-balik di dalam kuali. 

"Kami akan mendoa malam ini," ujar seorang ibu penghuni huntara bernama Weri, saat jurnalis TribunPadang.com, Muhammad Iqbal mendekat. 

Baca juga: Mengintip Huntara Korban Banjir Bandang di Batu Busuak Padang

Weri menuturkan mandoa bertujuan memanjatkan doa selamat dari banjir dan untuk hunian sementara yang baru mereka tempati 

"Kurang lebih ada tiga menu yang disajikan untuk mandoa nanti," sambungnya.

Huntara Dibangun Tak Jauh dari Aliran Banjir 

Huntara ini terletak tak jauh dari aliran banjir bandang di Kapalo Koto, namun mengarah ke perbukitan.

Menuju ke sana, bisa melewati jalan kecil namun beraspal.

Sebelah kanan sebelum memasuki jembatan antara Kelurahan Kapalo Koto dengan Kelurahan Lambung Bukit di kawasan Batu Busuak.

Mandoa merupakan tradisi orang Minangkabau, yang berarti berdoa kepada Tuhan agar dijauhkan dari marabahaya.

Mandoa akan dilakukan di huntara yang baru saja dihuni korban banjir bandang.

Total terdapat dua bangunan dengan 10 kamar dan dihuni sekitar 40 orang.

Sajikan Beberapa Hidangan saat Mandoa

MASAK- Penghuni huntara di Batu Busuk memasak gulai nangka di hunian sementara, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu (21/12/2025). Warga masak bersama untuk kegiatan 'mandoa', agar dihindarkan dari musibah bencana.
MASAK- Penghuni huntara di Batu Busuk memasak gulai nangka di hunian sementara, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu (21/12/2025). Warga masak bersama untuk kegiatan 'mandoa', agar dihindarkan dari musibah bencana. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Pada tradisi mandoa, warga menyajikan beberapa hidangan dan dilanjutkan dengan membacakan doa yang biasanya dipimpin oleh pemuka agama.

Warga penghuni huntara, Endra Wati mengatakan Mandoa akan dilaksanakan Minggu (21/12/2025) seusai salat magrib.

"Mandoa ini bertujuan agar kita dijauhkan oleh marabahaya, termasuk bencana banjir bandang yang menimpa," ungkapnya saat memberikan keterangan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved