Banjir di Padang
Penghuni Huntara di Batu Busuak Padang Adakan 'Mandoa', Berharap Diberi Keselamatan
Mandoa bertujuan memanjatkan doa selamat dari banjir dan untuk hunian sementara yang baru mereka tempati
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: afrizal
Kata Wati, warga di sana bergotong royong untuk memasak untuk melakukan kegiatan "mandoa".
Mulai dari gulai nangka, goreng ikan, gulai ikan, gulai ayam dan lain sebagainya.
"Orang-orang yang ikut mandoa juga masyarakat yang tinggal di huntara ini," pungkasnya.
Sudah Tinggal 20 Hari
Warga Kelurahan Kapalo Koto sudah menetap sekitar 20 hari di hunian sementara (huntara) setelah dihantam banjir bandang.
Diketahui, banjir bandang terjadi dua kali di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambuang Bukit.
Tak hanya itu, banjir bandang juga sampai di Kelurahan Kapalo Koto, pada Kamis (27/11/2025) lalu.
Pasca kejadian kedua pada Kamis itu, seminggu setelahnya, huntara disediakan oleh pemerintah sebanyak dua bangunan.
Baca juga: Warga Agam Bisa Bangun Huntara Mandiri di Tanah Kaum, Bupati Benni Sebut Dana Tetap dari Pemerintah
Sudah Diisi 10 Keluarga
Satu bangunan huntara terdiri dari lima kamar.
Bangunan terbuat dari kayu dan papan lapis alias triplek.
Sesuai peruntukkannya huntara dibuat sederhana semi permanen.
Tiangnya dari balok kayu.
Dindingnya menggunakan asbes berwarna putih serta triplek.
Lantainya terbuat dari papan.
| Pemko Padang Siapkan Rp100 M untuk Atasi Banjir, Fokus Benahi Titik Genangan di Gajah Mada & Rawang |
|
|---|
| Tanggul Guo Lapau Munggu Jebol Lagi, Pemko Padang Siapkan Solusi Permanen |
|
|---|
| Kondisi Banjir Kampung Guo Padang: Sempat Setinggi Pinggang, Kini Sisakan Lumpur Sebetis |
|
|---|
| Dapur Dipenuhi Lumpur Usai Banjir, Warga Kampung Guo Padang Tak Sempat Siapkan Sarapan Pagi |
|
|---|
| Update Banjir Kampung Guo Padang, Camat Kuranji Sebut 150 Jiwa Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/MASAK-Penghuni-huntara-di-Batu-Busuk.jpg)