Idul Adha 2026
Unik, Sapi Kurban di Purus Padang Dimandikan Kembang 7 Rupa dan Disisir Sebelum Disembelih
“Selama prosesi penyiraman air kembang berlangsung, lantunan selawat nabi terus digemakan secara bersama-sama oleh jemaah yang hadir,”ucapnya.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Melihat prosesi unik penyembelihan sapi kurban di Masjid Nurul Huda, Padang.
- Tradisi turun temurun jemaah Tarekat Syattariyah di Masjid Nurul Huda.
- Sapi dimandikan air bertabur kembang tujuh rupa telah disiapkan.
- Balimau ini merujuk pada napak tilas keteguhan hati Nabi Ibrahim AS saat menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wangi harum kelopak bunga, dan irisan jeruk nipis menyeruak di antara aroma basah di halaman Masjid Nurul Huda, Purus Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/5/2026) pagi.
Di bawah langit cerah sekitar pukul 09.22 WIB, empat ekor sapi bertubuh tambun berdiri tenang sementara puluhan pasang mata jemaah menatapnya dengan takzim.
Di dekat barisan mamalia tersebut, sebuah ember plastik besar berisi air jernih bertabur kembang tujuh rupa telah disiapkan, bersanding ganjil dengan sebuah cermin kaca berbingkai plastik dan sisir rambut yang tergeletak rumput.
Pagi itu, perkakas bersolek yang lazimnya menjadi milik manusia, sengaja disediakan untuk mengantar jajaran hewan kurban menuju gerbang kepasrahan tertinggi.
Tradisi Balimau Sapi Jemaah Syattariyah
Bagi jemaah Tarekat Syattariyah di Kota Padang, helatan Hari Raya Idul Adha tidak pernah sekadar tentang mengasah bilah pisau dan membagikan gundukan daging.
Sebelum darah suci menetes ke bumi, hewan-hewan kurban ini harus melewati fase penyucian fisik dan spiritual.
Warga setempat mengenalnya sebagai tradisi balimau sapi, sebuah prosesi memandikan hewan kurban yang dipegang teguh secara turun-temurun oleh jemaah Tarekat Syattariyah di Kota Padang.
Baca juga: Bruno Jadi Sapi Kurban Presiden Prabowo di Masjid Raya Sumbar, Capai Bobot Hampir 1,3 Ton
Tradisi ini menjadi simbol penyucian diri dan penghormatan terhadap makhluk yang akan dikorbankan.
Salah satu Imam Masjid Nurul Huda, Amizar, mengungkapkan bahwa tradisi memandikan sapi dengan kembang tujuh rupa ini bukan sekadar rutinitas tanpa makna.
Prosesi ini merupakan warisan leluhur yang terus dijaga untuk merawat nilai-nilai spiritualitas dalam berkurban.
Filosofi dan Napak Tilas Keteguhan Hati
Menurut Amizar, air yang digunakan tidak hanya dicampur dengan aneka kelopak bunga berbau wangi, melainkan juga diperas dengan jeruk nipis atau limau.
Kombinasi ini diyakini mampu membersihkan fisik hewan kurban sebelum menghadap Sang Pencipta.
Baca juga: Maknai Idul Adha, Fadly Amran Ajak Warga Padang Perkuat Kepedulian Pascabencana
Secara filosofis, Amizar menjelaskan bahwa ritual balimau ini merujuk pada napak tilas keteguhan hati Nabi Ibrahim AS saat menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
Keikhlasan dan kebersihan hati itulah yang dianalogikan melalui pembersihan fisik sang hewan.
“Dengan memandikan hewan kurban menggunakan kembang tujuh rupa, pihak jemaah meyakini bahwa hewan tersebut berada dalam kondisi paling bersih dan suci saat disembelih.,”terangnya.
| Bruno Jadi Sapi Kurban Presiden Prabowo di Masjid Raya Sumbar, Capai Bobot Hampir 1,3 Ton |
|
|---|
| Pemkab Dharmasraya Salurkan 26 Hewan Kurban Iduladha 2026, Ada Sapi Istimewa Bantuan Presiden |
|
|---|
| Salat Iduladha 1447 H, Ribuan Umat Muslim Padati Halaman Kantor Gubernur Sumbar |
|
|---|
| Masjid Agung Nurul Iman Dipadati Jemaah Idul Adha, Warga Ingin Rasakan Suasana Baru |
|
|---|
| Alasan Pemko Padang Pindahkan Lokasi Salat Idul Adha ke Masjid Nurul Iman, Antisipasi Cuaca Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/hewan-kurban-Masjid-Nurul-Huda-2752026.jpg)