Gunung Marapi Erupsi

BKSDA Sumbar Siapkan Wisata Perkemahan Usai Pendakian Gunung Marapi Ditutup Permanen

Kawasan tersebut akan difokuskan pada wisata non-pendakian untuk tetap mendorong sektor ekonomi masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
ist
GUNUNG MARAPI DITUTUP - Visualisasi puncak Gunung Marapi Sumbar saat erupsi terjadi pada hari, Senin (17/6/2024). BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) berencana mengembangkan wisata perkemahan di Gunung Marapi setelah izin pendakian ditutup secara permanen. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) berencana mengembangkan wisata perkemahan di Gunung Marapi setelah izin pendakian ditutup secara permanen.

Kawasan tersebut akan difokuskan pada wisata non-pendakian untuk tetap mendorong sektor ekonomi masyarakat.

"Wisata pendakian ditutup dan TWA Marapi rencananya akan menjadi wisata berkemah dan yang lainnya, bukan pendakian lagi," kata Ka Sub Bag TU Balai KSDA Sumbar, Dian Indriati saat dikonfirmasi, Rabu (29/1/2025).

Dian menyebutkan hal tersebut sesuai dengan berbagai pertimbangan. Terutama dengan melihat kondisi status Gunung Marapi serta perekonomian masyarakat.

"Itu pun apabila kondisi tidak erupsi lagi. Karena masyarakat perlu pemasukan untuk peningkatan perekonomian dari sektor wisata," kata Dian.

Baca juga: Masih Berstatus Waspada, BKSDA Sumbar Tutup Permanen Izin Pendakian ke Gunung Marapi

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto, menyebutkan terkait wisata perkemahan masih dalam tahap ide dan perencanaan.

"Terkait wisata perkemahan dan non pendakian di TWA Gunung Marapi prosesnya kemungkinan masih panjang," ujarnya saat dikonfirmasi.

"Karena kami harus mendengarkan juga masukan dari pemerintah daerah dan stakeholder lainnya terkait keselamatan dan aspek lainnya," sambungnya.

Lugi mengungkapkan bahwa pihaknya bersama tim ahli tengah melakukan kajian terkait wisata perkemahan tersebut.

"Untuk wisata diluar pendakian pada radius diluar 3 KM kami sedang melakukan kajian dengan pihak dan tim ahli dari Universitas Andalas," katanya.

"Jadi kita akan menunggu hasil kajian ini terlebih dahulu apakah bisa dilaksanakan atau bagaimana nantinya," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved