Gubernur Sumbar dilaporkan
Lingkungan dan Mata Pencarian Terdampak, Warga Minta Gubernur Cabut Izin Tambang Andesit di Kasang
Sebagai pribumi, Kasiful, mengatakan aktivitas tambang andesit yang tengah berlangsung menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- WALHI Sumbar laporkan Mahyeldi ke Ombudsman soal izin tambang di Nagari Kasang.
- Tambang andesit disebut berada di lereng curam kawasan rawan banjir.
- Warga meminta Gubernur Sumbar mencabut izin tambang andesit di Nagari Kasang.
- Sebagai pribumi, Kasiful, mengatakan aktivitas tambang andesit yang tengah berlangsung menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Masyarakat Nagari Kasang meminta Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mencabut izin dan menerbitkan surat penolakan terhadap tambang andesit di daerahnya.
Pernyataan ini disampaikan oleh perwakilan masyarakat Nagari Kasang, Muhammad Kasiful Gammi (33) saat dikonfirmasi TribunPadang.com usai memberikan laporan, Senin (18/5/2026).
Sebagai pribumi, Kasiful, mengatakan aktivitas tambang andesit yang tengah berlangsung menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.
Dampak dari tambang juga dirasakan oleh masyarakat hingga keturunan selanjutnya di sektor ekonomi maupun lingkungan.
"Sebab, tahun 2016 Nagari Kasang sudah terdampak banjir bandang dan 2026 juga terkena imbasnya, untuk itu kami berharap segera dieksekusi dan penolakannya diterbitkan Gubernur Sumbar," jelasnya.
Saat bencana melanda daerahnya, perekonomian warga juga terdampak akibat tergenang banjir.
Baca juga: Usai Lolos dari Maut, Wagub Vasco Ruseimy: Masyarakat Tenang, Kita Masih Sehat dan Bisa Terus Kerja
Karena setiap hujan turun, Korong Kasai selalu tergenang banjir, kondisi ini yang dikeluhkan oleh warga.
Ia bahkan menyebut para petani bisa tidak makan akibat banjir yang merendam sawah mereka.
Sebab, mata pencarian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup hanya bertani.
"Dari bulan ke bulan, tahun ke tahun, tidak ada pencarian yang lain, selain ke sawah," tegasnya.
Saat ditanya mengenai peralihan profesi untuk mencukupi hidup, Kaiful menyebut warga Kasang sebagian memang berpindah ke perkebunan jengkol.
Sedangkan banyak warga Kasang tidak bisa beralih karena keterbatasan skill ataupun lahan.
"Tidak semuanya juga beralih, bagi masyarakat kecil susah, makanya dengan kondisi seperti itu kami sangat menyayangkan. Dua kali kena, sudah rezeki dihambat, untuk mencari pengganti rezeki yang lain pun susah," pungkasnya.
Warga Laporkan Tambang Andesit ke Gubernur Sumbar
Sebelum ke Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, masyarakat Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, telah lebih dulu melaporkan tambang andesit di daerahnya ke Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.
Laporan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat pada akhir Januari 2026, namun tidak mendapatkan respon sampai saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Perwakilan-warga-Nagari-Kasang-Muhammad-Kasiful-Gammi-1852026.jpg)