Demo di Kantor Gubernur Sumbar
Gedor Kantor Gubernur Sumbar, BEM SI Bawa 4 Tuntutan dan Soroti Kinerja 2 Periode Mahyeldi
Mereka menilai, waktu yang cukup lama memimpin Sumbar seharusnya membuahkan hasil nyata, bukan justru kemunduran.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar.
- Aksi massa dipicu oleh kekecewaan mendalam terhadap lambatnya pemulihan daerah pascabencana.
- Mahasiswa mendesak ketegasan regulasi dari pemprov untuk menjaga nilai-nilai adat dan agama.
- Mahasiswa menuding pemerintah terlalu bertele-tele dalam melakukan rekonstruksi jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang rusak akibat bencana.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Aksi unjuk rasa dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Sumbar menggedor Kantor Gubernur Sumbar pada Senin (18/5/2026) siang.
Pantauan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda Kurnia, di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB, massa aksi yang merupakan gabungan dari berbagai kampus di Sumbar tampak memadati area depan gerbang kantor gubernur.
Kehadiran mereka membawa rapor merah bagi jalannya roda pemerintahan daerah.
Baca juga: BEM SI Geruduk Kantor Gubernur Sumbar, Suarakan Isu LGBT hingga Kritik Pemulihan Pascabencana
Aksi yang berlangsung di bawah kawalan ketat puluhan petugas kepolisian ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan masyarakat.
Mahasiswa menilai pemerintah daerah lamban dan tidak becus dalam mengurus berbagai sektor krusial di ranah Minang.
Bawa Spanduk Sindiran Menohok
Dalam aksi tersebut, massa tidak hanya menyuarakan aspirasi lewat orasi.
Mereka juga membentangkan berbagai macam spanduk dan pamflet berisi kecaman dan sindiran menohok yang ditujukan langsung kepada pucuk pimpinan Sumbar.
Di antara spanduk yang mencolok perhatian bertuliskan "Gelap Gulita Pendidikan Indonesia".
Baca juga: Breaking News: Demo di Kantor Gubernur, BEM SI Sumbar Desak Bertemu Mahyeldi
Kalimat ini menjadi tamparan keras atas kondisi dunia pendidikan saat ini yang dinilai makin mahal dan tidak berpihak pada rakyat kecil.
Tidak kalah tajam, spanduk lain bertuliskan "Rakyat Tinggal Puing, Pejabat Tinggal Posting".
Tulisan tersebut menyindir keras sikap para pejabat publik yang dinilai lebih sibuk bersolek di media sosial ketimbang turun langsung menyelesaikan penderitaan rakyat.
Fokus pada Empat Tuntutan Utama
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa, Farhan, dalam orasinya menyampaikan secara gamblang bahwa ada empat tuntutan utama yang mendasari gerakan turun ke jalan kali ini.
Empat poin tersebut dianggap sebagai masalah darurat yang harus segera diselesaikan.
"Kami datang ke sini membawa suara rakyat yang gelisah. Ada empat tuntutan besar yang kami bawa dan wajib didengarkan oleh Gubernur," ucap Farhan.
Tuntutan pertama yang disuarakan mahasiswa adalah terkait maraknya perilaku penyimpangan LGBT di Sumatera Barat.
TribunBreakingNews
Multiangle
Aksi Demo
kantor Gubernur Sumbar
Sumatera Barat
Gubernur Sumbar
Mahyeldi Ansharullah
Pascabencana
Pemulihan Bencana
BEM SI
mahasiswa
| BEM SI Geruduk Kantor Gubernur Sumbar, Suarakan Isu LGBT hingga Kritik Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| Breaking News: Demo di Kantor Gubernur, BEM SI Sumbar Desak Bertemu Mahyeldi |
|
|---|
| Peringati Hari Masyarakat Adat Sedunia, AMB Minta Gubernur Respon UU Sumbar |
|
|---|
| Update Satgas Covid-19 Apresiasi Aksi Demo Mahasiswa, Soal Penanganan Corona di Sumbar |
|
|---|
| Peserta Aksi Demo Diingatkan untuk Pakai Masker, Jasman Rizal: Katanya Berjuang untuk Covid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/demo-di-kantor-gubernur-sumbar-2-1852026.jpg)