Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi

Modifikasi Cuaca Cegah Banjir Bandang, 15 Ton Garam Disemai Sekitar Gunung Marapi Sumbar

BMKG mengoptimalisasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah langit sekitar Gunung Marapi Sumatera Barat (Sumbar). 

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
Kondisi rumah warga yang hancur diterjang banjir lahar dingin Gunung Marapi di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam beberapa waktu lalu 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalisasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah langit sekitar Gunung Marapi Sumatera Barat (Sumbar). 

TMC dilakukan dengan menyemai 15 ton garam untuk mencegah terjadi hujan ekstrem di wilayah sekitar Gunung Marapi

Kegiatan ini akan dilakukan selama lima hari dan telah dimulai sejak Rabu (15/5/2024). 

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan menjelaskan awan-awan yang berpotensi menjadi hujan ekstrem di sekitar Gunung Marapi yang menjadi target.

Baca juga: Malam Panjang Bagi Arnis, Menyaksikan Banjir Lahar Dingin Sambil Bergelantungan

Warga Kapalo Koto Sungai Puar, Agam, Sumatera Barat, melakukan pembersihan material banjir lahar dingin dengan alat sedanya, seperti memodifikasi triplek dengan kayu untuk bisa mendorong lumpur, Rabu (15/5/2024)
Warga Kapalo Koto Sungai Puar, Agam, Sumatera Barat, melakukan pembersihan material banjir lahar dingin dengan alat sedanya, seperti memodifikasi triplek dengan kayu untuk bisa mendorong lumpur, Rabu (15/5/2024) (TribunPadang.com/RahmatPanji)

Awan-awan tersebut akan disemai dengan garam sehingga menjadi hujan ringan atau hilang dari lokasi tersebut. 

"Total 15 ton garam yang disemai, kegiatan ini berlangsung selama lima hari, " kata Desindra Deddy Kurniawan, Kamis (16/5/2024). 

Desindra Deddy Kurniawan menambahkan pada hari pertama, tim BMKG dibantu BNPB melakukan penyemaian awan dua sorti. 

Setiap sekali sorti, tim BMKG membawa satu ton garam dengan menggunakan pesawat ke lokasi yang telah ditentukan, kemudian dilakukan penyemaian awan. 

"Dampaknya dirasakan, kemarin perkiraan BMKG siaga hujan lebat, setelah dilakukan penyemaian, alhamdulillah hujannya hanya hujan kategori ringan dan sedang saja," tambahnya.

Baca juga: 16 Korban Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar Belum Ditemukan, Terbanyak di Tanah Datar

Sebelumnya dikabarkan, BMKG akan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membantu proses normalisasi pasca banjir lahar dingin yang bersumber dari Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan, kemungkinan akan terjadinya hujan hingga seminggu ke depan di wilayah Sumatera Barat.

"Berdasarkan pantauan dari satelit, hujan akan terjadi hingga seminggu ke depan di wilayah Sumatera Barat," tuturnya, Selasa (14/5/2024).

"Jadi untuk membantu rekan-rekan, maka kita akan mencoba melakukan modifikasi cuaca, terutama di sekitar Gunung Marapi," lanjutnya.

Dwikorita menyebutkan dengan menggunakan teknik modifikasi cuaca, nantinya awan hujan akan dicegah agar tidak sampai ke darat, terutama di daerah gunung.

"Besok akan dilaksanakan modifikasi cuaca ini, saat ini tim sudah bergerak," pungkasnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved