Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi

16 Korban Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar Belum Ditemukan, Terbanyak di Tanah Datar

Sebanyak 16 korban banjir lahar dingin Gunung Marapi dan banjir bandang di Sumatra Barat (Sumbar) belum ditemukan.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RahmatPanji
Satu ijazah milik warga Galuang, Sungai Puar, Agam Sumatera Barat, hanyut terseret banjir bandang, Selasa (14/5/2024) 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Sebanyak 16 korban banjir lahar dingin Gunung Marapi dan banjir bandang di Sumatra Barat (Sumbar) belum ditemukan. 

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban. 

Hari ini, Kamis (16/5/2024) proses pencarian memasuki hari kelima sejak terjadinya banjir lahar dingin Gunung Marap Sabtu (11/5/2024) malam.  

Baca juga: Harapan Korban Banjir Bandang Lahar Dingin Sumbar: Perbaiki Rumah yang Rusak dan Normalisasi Sungai

Berdasarkan data Kantor SAR Kelas I A Padang atau Basarnas Padang, per Rabu (15/5/2024) pukul 18.00 WIB, sebanyak 59 korban banjir bandang ditemukan meninggal dunia.

Sementara sebanyak 16 orang masih dalam proses pencarian. 

Sementara data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang update 15 Mei 2024 Pukul 12.10 WIB, Rabu (15/5/2024) korban meninggal mencapai 63 orang. 

Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik memperkirakan perbedaan data tersebut karena korban yang ditemukan di luar Sumbar dimasukan ke data BNPB.

Sementara pihaknya hanya mendata korban banjir lahar dingin dan banjir bandang yang ada di Sumbar. 

Sementara, sebanyak 16 orang yang masih dalam pencarian tim SAR Gabungan tersebar di 2 kabupaten. 

Baca juga: Kebijakan Penanganan Dampak Banjir Bandang Sumbar: Perbaikan Jalan, Modifikasi Cuaca, dan Relokasi

Satu korban di kabupaten Agam.

Sebanyak 15 korban ada di Tanah Datar

"Pencarian masih akan dilanjutkan karena status tanggap darurat Agam dan Tanah Datar masih berlanjut, "kata Abdul Malik, Rabu (15/5/2024) . 

Abdul Malik menjelaskan kendala utama pencarian korban karena radius banjir ini yang sangat luas. 

Kemudian material lumpur, batu dan kayu yang menghantam korban juga sangat banyak.

Saat sore hari di lokasi pencarian juga sering turun hujan deras. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved