Kabupaten Solok Selatan
Semangat Kartini dan Identitas Minang dalam Balutan Motif Rumah Gadang di Solok Selatan
Peringatan Hari Kartini tahun ini di Kabupaten Solok Selatan tidak hanya dirayakan sebagai seremonial tahunan.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- DWP Solok Selatan luncurkan baju kurung motif Rumah Gadang saat Hari Kartin
- Peluncuran jadi identitas baru organisasi istri ASN di daerah tersebut
- Motif Rumah Gadang dipilih, ini alasan di balik maknanya
- Ketua DWP ajak perempuan ambil peran dalam pembangunan daerah
- GOW sebut langkah ini bisa dorong gerakan serupa di daerah lain
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Peringatan Hari Kartini tahun ini di Kabupaten Solok Selatan tidak hanya dirayakan sebagai seremonial tahunan.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) setempat memaknai semangat emansipasi tersebut dengan memperkuat akar budaya melalui peluncuran baju kurung bermotif Rumah Gadang.
Pertemuan bulanan yang digelar di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Selasa (21/4/2026), menjadi saksi lahirnya identitas baru bagi organisasi istri aparatur sipil negara tersebut. Di tengah modernitas yang kian menderu, DWP Solok Selatan memilih untuk kembali ke khittah kebudayaan Minangkabau.
Peluncuran baju kurung ini bukan sekadar urusan estetika sandang. Di balik detail jahitan dan guratan motifnya, terselip pesan mendalam tentang cara perempuan Solok Selatan memandang jati diri mereka di ruang publik.
Baca juga: Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini: Padang dan Bukittinggi Berpotensi Hujan Ringan
Simbol Filosofi Adat
Ketua DWP Solok Selatan, Fitri Syamsurizaldi, dalam sambutannya menegaskan bahwa desain motif Rumah Gadang dipilih secara sengaja. Rumah Gadang merupakan representasi tertinggi dari tatanan sosial dan kearifan lokal masyarakat Minang yang menghargai musyawarah dan mufakat.
"Baju kurung ini bukan sekadar seragam, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang jati diri dan kebanggaan kita terhadap budaya lokal," ujar Fitri.
Ia memandang bahwa pakaian adalah medium komunikasi visual yang paling efektif untuk mengenalkan kekayaan daerah.
Bagi Fitri, mengenakan motif Rumah Gadang berarti memikul tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Hal ini menjadi relevan ketika perempuan dituntut untuk tetap adaptif tanpa harus kehilangan akar sejarahnya.
Baca juga: Truk Rusak di Panorama 1 Sitinjau Lauik Padang Hambat Jalan, Lalu Lintas Masih Lancar Rabu Pagi
Meneladani Langkah Kartini
Peluncuran ini terasa kian istimewa karena bertepatan dengan momentum Hari Kartini. Sosok RA Kartini yang dikenal lewat pemikiran progresifnya tentang pendidikan dan hak perempuan, dijadikan ruh dalam pertemuan tersebut.
Fitri mengajak seluruh anggota DWP untuk menanamkan api semangat Kartini dalam setiap aspek kehidupan. Menurutnya, peran perempuan saat ini telah meluas melampaui batas domestik rumah tangga.
"Semangat Kartini harus kita tanamkan dalam diri kita semua, khususnya sebagai perempuan yang berkontribusi bagi pembangunan daerah," lanjutnya. Pesan ini ditujukan agar perempuan Solok Selatan tidak ragu untuk mengambil peran strategis dalam memajukan wilayah "Nagari Seribu Rumah Gadang" tersebut.
Pengabdian dan Solidaritas
Lebih jauh, Fitri mendorong anggota DWP untuk tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga terjun langsung dalam kegiatan sosial. Baginya, organisasi ini harus menjadi jembatan pengabdian bagi masyarakat luas sebagai perwujudan nyata dari kepedulian sosial.
Solidaritas antaranggota pun menjadi sorotan utama. Pertemuan rutin bulanan dianggap sebagai ruang dialektika sekaligus mempererat tali silaturahmi yang sempat renggang akibat kesibukan masing-masing.
Baca juga: 3 BERITA POPULER PADANG: Audit Malpraktik Balita, Pencarian Bocah Hanyut dan BBM Dexlite Anjlok
Apresiasi dan Peran Strategis
Senada dengan hal tersebut, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Solok Selatan, Bet Yulian Efi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif peluncuran baju kurung tersebut. Ia menilai DWP Solok Selatan berhasil memadukan unsur tradisi dengan visi organisasi modern.
Bet Yulian memandang pertemuan tersebut sebagai ruang strategis bagi kaum perempuan untuk saling menguatkan. Di sana, berbagai gagasan mengenai pembangunan daerah seringkali bermula dari diskusi-diskusi hangat antaranggota.
Kabupaten Solok Selatan
Pemkab Solok Selatan
Baju Kurang Basiba
baju kurung
Rumah Gadang
Kartini
Hari Kartini
| Pemkab Solok Selatan Larang Warga Potong Sapi Betina Produktif untuk Kurban Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Wabup Yulian Efi Tegaskan Netralitas ASN Solok Selatan, Ingatkan Bahaya Konflik Pilwana Serentak |
|
|---|
| Pemkab Solok Selatan Sosialisasikan Aplikasi SIMPAN, Transformasi Digital Kearsipan di Seluruh OPD |
|
|---|
| Launching Pilwana 2026 Solok Selatan Dimulai, Bupati Minta Warga Jaga Persatuan |
|
|---|
| Solok Selatan Gencarkan Vaksinasi PMK Jelang Idul Adha 1447 H, Targetkan Stok Kurban Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/image-BAJU-KURUNG-Pertemuan-bulandla-Sarantau-Sasuradn-estetika-sandang.jpg)