Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi
Riswan Kenang Malam Mengerikan: Rumah, Sekolah, dan Kendaraan Hilang Disapu Banjir Bandang di Agam
Riswan mengenang malam mengerikan saat banjir besar terjadi di Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, AGAM - "Semua berlangsung sangat cepat, bunyi batu bergesekan dan suara air bergemuruh. Akhirnya rumah, kendaraan, warung dan sekolah hilang," ujar Riswan mengenang malam mengerikan saat banjir besar terjadi di Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Banjir yang terjadi sekira pukul 22.15 WIB, Sabtu (11/5/1024) ini, tidak pernah terbayangkan oleh warga setempat.
Sejak lahar dingin gunung Marapi mengganas, daerah tempat mereka tinggal memang tidak pernah terdampak.
Bahkan, beberapa warga tidak ingat betul kapan terakhir banjir serupa ini terjadi. Beberapa menyebut tahun 2010, tapi tidak semuanya sepakat itu disebut banjir besar.
Melihat banjir yang terjadi kali ini, masyarakat menganggapnya adalah galodo, karena kedatangannya yang tidak disangka dan sangat besar.
Baca juga: Pilu Martis Korban Banjir Bandang Agam: Mobil Hanyut, Warung Tak Bersisa Disapu Banjir
Riswan menyebut banjir ini membawa kayu setinggi 2 meter sampai 8 meter dan bebatuan yang sangat besar, sekira ukuran mobil dan motor.
"Airnya juga sangat amat besar, sehingga banyak bangunan hilang tak tersisa terdampak banjir ini," ujarnya ditemui, masih menggunakan sepatu boot dan bercucuran keringat.
Ia menerangkan bahwa satu sekolah, hampir nyaris tak tersisa di IV Koto Agam. Rumah makan, warung dan rumah warga juga hilang entah kemana puingnya.
Semua itu terjadi dalam waktu singkat, kondisi warga juga pasrah, karena memang tidak ada yang memprediksi galodo bisa terjadi malam itu.
"Kendaraan yang terparkir di luar umah, turut disapu oleh banjir besar ini," ujarnya.
Baca juga: Ancaman Bencana di Sumbar Sepanjang Tahun, Kepala BMKG: Musim Hujan dan Kemarau Tidak Ada Perbedaan
Menurutnya, kalau menaksir kerugian, mungkin bisa mencapai miliaran rupiah untuk nagari Koto Tuo saja.
Sekarang masyarakat setempat bersama BPBD, SAR, TNI dan Polri hanya bisa baju membahu membersikan material banjir dan bahu membahu menyemangati masing-masing.(*)
Pemkab Agam Usulkan Ratusan Bantuan Rumah bagi Korban Banjir Lahar Dingin, Pembangunan Bertahap |
![]() |
---|
BPBD Agam: Bantuan Rehab Rumah untuk Korban Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar dalam Proses |
![]() |
---|
5 Bulan Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar Berlalu, Bantuan dari Presiden Tak Kunjung Cair |
![]() |
---|
Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi, Ombudsman: Korban Tagih Janji-Janji Pemerintah |
![]() |
---|
Mulai Bisa Dilalui 21 Juli, Perbaikan Jalan Padang-Bukittinggi Lembah Anai Baru 40 Persen |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.