Polemik Kantor MUI Sumbar
'Diusir' dari Masjid Nurul Iman Padang, Ketua MUI Sumbar Berencana Pindah Kantor ke Bukittinggi
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) Gusrizal Gazahar berencana akan memindahkan kantor ke surau miliknya di Kota Bukittinggi.
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) Gusrizal Gazahar berencana akan memindahkan kantor ke surau miliknya di Kota Bukittinggi.
Sebab hingga saat ini, belum ada kejelasan Kantor MUI Sumbar usai dikeluarkan secarik surat dari Pengurus Masjid Agung Nurul Iman Padang.
"Karena saya memang tidak mempunyai masjid dan ada yang merasa memiliki masjid, silahkan saja. Kalau seandainya di Bukittinggi tempatnya ini, akan saya bawa ke surau saya, tapikan tak bagus kantor MUI Sumbar berada di sebuah surau di Bukittinggi," kata Gusrizal Gazahar, Jumat (10/11/2023).
Ia menilai jika Kantor MUI Sumbar di Bukitinggi akan berdampak untuk umat kedepannya, sebab berada jauh dari ibu kota Provinsi.
Meskipun begitu pihaknya masih menunggu pengurus Masjid Agung Nurul Iman Padang maupun Pemko Padang untuk membicarakan hal tersebut.
Baca juga: Polemik Pemindahan Kantor MUI Sumbar, Wali Kota Padang Sebut Sudah Dibicarakan
Gusrizal Gazahar, menambahkam sejak surat tertanggal 12 September dikeluarkan oleh pengurus masjid ke MUI Sumbar, belum ada pembicaraan sedikitpun dengan pengurus masjid maupun Pemerintah Kota Padang.
"Tidak pernah ada pembicaraan sekalipun baik dalam rapat, pemberitahuan segala macam sebelum surat itu tiba, maupun komunikasi pihak pengurus masjid, maupun dari pihak pemerintah kota," katanya.
Menurutnya, sekda kota Padang yang dihubungi olehnya untuk bertemu di jam yang telah di tentukan, malah beliau yang sudah datang lalu pergi dengan alasan rapat di Korem Wirabraja.
Ia juga mengaku tidak nyaman berkantor di masjid Agung Nurul Iman itu, karena tidak representatif, dan jika dia menerima tamu, rapat tidak bisa berjalan, begitu juga sebaliknya. Karena hanya berbatasan dengan lemari setinggi leher.
Selain itu, ia juga mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan, misalnya dengan pemasangan rantai di depan kantor MUI yang sedianya digunakan sebagai tempat parkir dekat masjid Nurul Iman itu.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Padang Ilham Maulana Minta Transparansi Pemko Terkait Aset Kantor MUI Sumbar

"Kantor yang rutin buka dan memiliki pegawai tetap disana adalah MUI Sumbar, apakah wajar jika tamu MUI Sumbar yang datang dari berbagai daerah masuk melangkahi rantai-rantai yang dipasang di sana, sebenarnya apa tujuannya?," katanya.
"Kira-kira malu tidak masyarakat Sumbar ketika ulama dari luar daerah datang ke kantor MUI Sumbar dengan melangkahi rantai-rantai itu," kata Buya Gusrizal.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya MUI Sumbar diminta memindahkan kantor dari kawasan Masjid Agung Nurul Iman Kota Padang lewat surat pemberitahuan.
Diketahui, surat pengurus Masjid Agung Nurul Iman Padang ke MUI Sumbar berbunyi sebagai berikut:
Dengan hormat, Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Nikmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua.
Polemik Pemindahan Kantor MUI Sumbar, Wali Kota Padang Sebut Sudah Dibicarakan |
![]() |
---|
Berkantor di Masjid Agung Nurul Iman, MUI Sumbar Ternyata Tetap Bayar Rp1 Juta Sebulan |
![]() |
---|
Ketum MUI Sumbar Tak Terima Kantor Dipindahkan, Sebut Punya Hak dekat Masjid Nurul Iman Padang |
![]() |
---|
Ormas KSPI Pertanyakan Kejelasan Aset Kantor MUI Sumbar yang Sudah Dirobohkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.