Penemuan ODCB di Padang Pariaman
Ahli Geologi Sebut Bebatuan yang Ditemukan di Padang Pariaman Fenomena Langka di Dunia
Penemuan bebatuan di bukik mejan, Surantiah, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
Penemuan itu katanya bermula dari temuan pemuda daerah tersebut, Rabu (4/10/2023) dan melaporkannya pada pihak nagari serta pemerintah.
Baca juga: Ketahui Cagar Budaya Tuanku Lubuk Alung: Mahasiswa KKN Unand Giatkan Aksi Bersih-bersih
Melalui laporan itu, pihak Pemkab Padang Pariaman bersama otoritas terkait datang ke lokasi melihat langsung.
"Dari temuan yang ada menurut para ahli yang hadir dapat diduga bahwa di bukit Paladangan ini ada warisan budaya yang berasal dari masa prasejarah," terang Anwar, Selasa (10/10/2023).
Dalam peninjauan tersebut hadir Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (ABPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, Dodi Chandra, Ketua Forum TACB Sumbar Prof. Herwandi, Kabid Kebudayaan Disdikbud, Syamdani dan Adriyan Mayendra Gulo selaku anggota TACB Sumbar.
Anwar menyebutkan, yang sangat menarik dari penemuan ini ada pilar-pilar dan balok-balok batu yang ditemui, mengingatkan pada situs Pra Sejarah Gunung Padang (Jawa Barat). Situs ini menurutnya memiliki nilai sejarah yang sangat berharga, sehingga penting untuk dijaga dan dilestarikan.
Terkait temuan ini, ia juga sudah mendapatkan penjelasan langsung dari Ketua TACB Sumbar kalau temuan ini merupakan ODCB yang harus segera dilakukan pelindungannya sesuai UU no 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, sebut dia.
Sementara itu, Camat Lubuk Alung Dion Franata mengatakan temuan ini bermula dari laporan masyarakat.
Bukit ini terangnya, adalah tempat biasa bagi masyarakat untuk mengambil batu mejan (nisan).
Beberapa bulan terakhir menjadi areal penambangan galian C, mengambil tanah untuk pemenuhan kebutuhan beberapa proyek.
Baca juga: Temuan BPK Wilayah III: Pintu Cagar Budaya Eks SMA 1 Padang Juga Diganti, Minta Pemko Urus Izin
Di dalam proses penambangan itu kemudian dijumpai banyak sekali tunggak dan balok-balok batu seukuran 2 meter atau lebih. Balok-balok batu itu ada yang berbentuk empat persegi tonggak (pillar).
Ada diantaranya diberi hiasan berupa garis-garis lurus, bahkan juga dijumpai lesung batu, dan perkakas dari batu berbentuk kapak.
Menurut keterangan masyarakat, ada satu lokasi penemuan lagi. Temuan ini mungkin mirip dengan bukit mejan.
Lokasi kedua ini kata Dion, dinamakan batu lipat kain oleh masyarakat setempat. Namun belum sempat terkunjungi. (*)
Bebatuan Unik Diduga Peninggalan Prasejarah di Surantih Padang Pariaman akan Diteliti Pekan Depan |
![]() |
---|
Tambang di Lokasi ODCB Lubuk Alung Kembali Aktif, Pemkab Padang Pariaman Koordinasi dengan Provinsi |
![]() |
---|
Sempat Dihentikan, Aktivitas Tambang Kembali Aktif di ODCB Lubuk Alung Padang Pariaman |
![]() |
---|
Mahasiswa Tamsis Temukan Ukiran Mirip Kaligrafi Allah di Batuan ODCB Lubuk Alung Padang Pariaman |
![]() |
---|
Usia Bebatuan Diduga Cagar Budaya yang Ditemukan di Padang Pariaman Ditaksir 40-60 Juta Tahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.